Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Saya Sedang Ingin Mengeluh

14:43:00

Sebelumnya MAAF dan atau PERMISI, 
Saya sedang ingin mengeluh,
huhhhft..

Today, 30rd of september 2010,
"i found something that my taxi cost is equal with my whole week food"

huhhft, hari ini mendadak aq dapat tawaran gawe dari salah seorang temen yang q kenal dr ym, di sebuah forwarding agency sebagai traffic control, its OK about the job, but, i dont have my motorcycle yet this time, sejak ada sedikit konflik sama bapak dirumah kemaren, aq nda berani bawa motor grandong kesayangan q ke surabaya dan aq merelakan diri buat menggunakan angkutan umum, first of all semua baik baik saja, katakanlah aq mempunyai sobat2 yang baek hati disini, so ketika aq turun dari bis dari dan akan ke mojokerto ada mereka mereka yang dengan ikhlas menjemput dan atau mengantar. lebih irit, jelas !! pun ketika menjalani hari hari di kosan, masih ada beberapa teman dan sahabat yang jika malam mengajak mekan bareng, yah dengan istilah lainnya aq yang nunut aja, so far so good lah, aq jadi iza jauh lebih irit, thanks GOD so aq masih be positive untuk dapat bertahan disurabaya. 
But everything's going undercontrol, mendadak pagi ini tadi aq dapet tawaran tersebut, of course aq nda akan menyia-nyiakannya, i need a job !! so, when he told me to come, then i did came. Bad day, coz i found that today i had no friends that's available to drive me, setelah aq tanyain ke temen temen katanya angkot untuk menuju kesana ada oper 3 kali plus becak seharga 5000, huhhhft kalo total ya nda beda jauh sama ongkos taksi td bersama dengan cape dan panas nya, apalagi td temen q itu hanya memberi waktu aq setengah jam untuk segera sampai di kantor dia. nda ada pilihan yang lebih baik. First i spent RP. 37000,- and the second i spent Rp. 23000,- and total Rp. 60000,- which is equal with my 6 days food. Beberapa hari terakhir aq sangat mengirit pengeluaran untuk jajan dan makan,  
and its all vanish just at once !! i just cant believe it, i have to survive !!! 
ya still i have to survive, i hope GOD has another plans for me, and that's a good way. 
Maka, sebelumnya maaf jika aq mengeluhkan hal seperti ini, bulan yang agak berat karena aq mengambil keputusan untuk 'pergi' dari rumah dan bertahan dengan 'ego' yang q simpan sendiri.       

Aq Ketakutan Sekali

00:51:00

 Senin, dini hari setelah q nda mampu meraihnya malam ini,

 
Sabtu kemarin, qt nda berbagi malam, q nda sengaja terlelap sebelum tengah malam dan bangun 2 jam setelah nya dia yang tengah lelap dalam mimpi nya. Namun q tetap menunggunya hingga mentari terbit dan meninggi, senyum kelegaan mendengar dia menyapa q di ujung pagi, meski q merasa ada yang lain, entah apa itu, q hanya merasakannya. Q memikirkannya nyaris sebanyak q menghirup udara  untuk q bernafas, dialah yang terpampang disetiap apapun itu, hingga ber detik2 kemudian, q baru kembali mendengarnya sore hari, lagi lagi tidak pada timing yang pas. q sangat ingin mendengarnya ketika itu, tp nda satupun panggilan q terjawab, aq resah, aq gundah, aq takut dan sangat takut. Q mengabaikan rasa sakit q atas yang q terima dirumah, bagi q masih dia yang lebih penting dari pada diri q sendiri, aq membutuhkannya. hingga detik berganti menit dan beralih jam jam selanjutnya, panggilan q tiada lagi terjawab, raga q semakin melemah, airmata q deras nda terbendung, "TUHAN, aq nda bisa tanpa dia.."
Tidakkah dia mengingat q sama sekali Tuhan, apakah yang sedang terjadi disana ???
Kenapa mendadak dia nda ingin lagi mendengar kata 'sayang' ??? qnda tau apa apa Tuhan, q hanya dsini, sendirian dan ketakutan..
Kembali q mencoba mem'balance'kan resah dalam hati q dengan dera raga yg mampu terasa, meski sepertinya raga q telah mati rasa, q hanya ingin dia, jika tidak maka untuk apa lagi q bertahan sejauh ini???
Melepas dia adalah sama dengan melepas nafas q sendiri, ambillah Tuhan, jika memang bukan dia, ambil saja nafas ini bersama kepergian dia..
 
-00.46 dalam penantian-

Denting Rindu Q Kini

23:35:00

Gores Q Kini, 18 September 2010

Hujan malam ini membawa q kembali memundurkan beberapa lapis waktu, berkelana menjelajah silam, menelusuri setapak berduri, sempit yang kotor. Masa dimana q membangun satu demi satu dinding ‘my secret sorrow’ dan selalu bersembunyi dibaliknya setiap saat. Pun ketika q mengubah diri menjadi monster dan memuja rasa sakit, yang setiap kali mengubah amarah dan gundah menjadi perih, lebam dan luka fisik, menganggap bila amarah dan gundah tersebut dapat menjadi balance dengan rasa sakit raga. Masa dimana q terombang ambing dalam perahu karam, berjuang tertatih sendirian, dan sinis terhadap dunia. Perih, dada q sakit mengingatnya, masa dimana q tiada mengenali diri q sendiri, ketika q membenci diri q sendiri, mengutuk dan jijik dengan diri q sendiri. Malam dengan hujan, malam dimana bintang bersembunyi dibalik awan hitam.
Pernah q bangkit dan berkali q kembali terpuruk karena tiada kuat topang yg q pasang. Selalu q bertanya tentang hati dan rasa sakit yang tiada mampu benar2 enyah dari pikir. Namun setiap kali pun tiada q temukan jawab, hanya menjadikan resah yang kian menjalar. Pernah q memilih beberapa hati dan berharap kali ini sungguh, namun masih q salah dan semakin terpuruk begitu dalam, sendirian pula. Dalam hitungan yang singkat semua ’ada’ dan sisanya hanya berisi hampa. Hingga q mulai berdamai dengan keadaan, q belajar untuk bercinta dengan sepi dan menyetubuhi senyap dari setiap hitungan waktu yang ada berbasis masa lalu itu. Mengumpulkan serpihan2 percaya q yg terserak bersama masa dan kepingan kepingan hati yang terlerai.
Semua biasa saja, hingga tanpa q sadari engkau mulai hadir, pun tanpa q sadari engkau mulai menemani, mengalir begitu deras mengisi relung yang telah lama q kosongkan, aq bahagia, aq menangis, aq tertawa, aq meragu, semua terlalui. Aq takjub atas semua tentangmu, hingga tanpa sadar pun q memujamu karena rasa bangga q terhadapmu. Cintamu indah, hangatmu ingin q dekap selamanya. Kau menawarkan rindu untuk q beserta segala angan dan mimpi, menyentuh hati q dengan getaran rindu yang lama q nanti. Namun terlalu indah untuk menjadi nyata, pun terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Q meragu bukan karena q tiada percaya, hanya q meragu karena takut, ketakutan bahwa semua ini memang hanya mimpi indah yang kau tawarkan, yang kemudian membuat q terpana ketika bangun menyadari tiada pernah ada dirimu dsini, menyadari bahwa selamanya q hanya akan mendekap mimpi, karena q pun tiada akan merelakan mimpi ini berlalu begitu saja.

Yang q sebut cinta adalah ketika q rela memberikan potongan utuh kue coklat atau kue sus kesukaan q untuk dia semua karena q tahu dia pun menyukainya, merasa ikut menikmatinya melihat dia, juga ketika q terbayang dia setiap q temukan segala yang menjadi kesukaan dia, yang q sebut cinta adalah ketika q rela menunggu dia dalam apapun keadaaan q, yakin q mampu menanti dia selamanya, pun siap kemanapun adanya, menemani dia dalam apapun keadaan dia, menjadi tumpuan segala rasa yang dia rasa. Yang q sebut cinta adalah ketika setiap bangun q hanya untuk dia dan disetiap tidur q hanya dengan harapan untuk dapat kembali menemukan dia di ruang pandang dan dengar q, yang q sebut cinta adalah ketika semua lagu lagu cinta menjadi soundtrack atas rasa yang ada, pun segala indah hanya terwakili oleh dia, dimana nama lain tiada lagi berarti dan masa lalu pun tinggal hanya kisah lalu. Apalagi ??? Yang q sebut cinta adalah ketika q telah merasa cukup atas ini. Tiada lain, hanya ini, hanya dia.

Yang q sebut dengan cinta adalah yang menyandang sebagai kekasih, dan itu dia, lelaki yang kini merajai hati dan pikir q, yang menyita segala angan dan asa q, yang menjadi tujuan hidup dan pemilik raga serta mimpi2 q.  Meski qt sama berangkat dari rasa sakit, tapi qt miliki satu tujuan untuk bersama sama menjemput bahagia. Bukan tiada rintang, yakin q banyak, pun beberapa uji yang harus qt lewati satu demi satu, yakin q semua akan berakhir indah. Kini ada 2 nama sedang mencoba mencari perhatian, pun kehendak orang tua yang masih terus mencoba mencarikan nama untuk q pilih, namun tiada lagi nama yang dapat tersemat, karena telah bertahta indah satu nama, dimana segala perhatian telah tertuju hanya pada sebuah jiwa seiring dengan kesetiaan q yang hanya pada satu hati, bagi seseorang disana yang selalu memanggil q sebagai kekasih rindu. Kembali tentang dia, dan akan selalu tentang dia hingga akhir q.

Beberapa airmata terurai saat q rasa sakit yang dia rasa, perih, hanya dengan membayangkan dia berlalu. Jika meminta q untuk berhenti menanti & memilih pergi, sama artinya q akan berhenti merasa, membekukan hati, sama dengan mati, hanya raga berdiri, untuk apa??? lebih baik raga pun sirna, lepas nyawa, menjemput siksa yang kekal.

Hujan malam ini masih menemani q termenung dan melamun disini, masih di beranda kediaman q yang semakin basah terhempas deras. Q merapatkan rajutan yang menyelimuti q, pejamkan mata merasa seolah dia yang merengkuh aq, tanpa sadar terulas senyum, terlantun doa dan terbersit asa. Malam dengan hujan, malam dimana bintang bersembunyi dibalik awan hitam. Namun bintang tiada pernah beranjak, dia ada dan selalu tetap hadir meski terhalang kelam awan awan pekat, menanti reda dan kembali sajikan kerling ceria. Q menikmatinya, biar hujan, biar dingin, yakin q bintang bintang masih kan menerangi malam q kala reda. Masih raga q disini tiada beranjak, meski sendiri, meski senyap, tapi tidak hati q, yang selalu denganmu.

Rindu malam kepada bintang, rindu q kepada mu, cinta.
[dedicated to zul fiardi]

Menemani Gelap Malam Q

01:12:00


Sepertinya malam ini q hanya akan berteman dengan gelap dan sepi, dalam separuh nyawa bangun malam q tanpa sadar q telah melakukan kesalahan yang membuat dia nda sudi untuk menerima panggilan q dan memilih untuk menghindar dengan mematikan segala media kontak yang ada. maka hanya inilah yang iza q lakukan, menulis dan menulis dalam kesepian dan kesendirian q malam ini. ya, mungkin aq salah, mungkin dalam pesan q tadi terselip kata2 yang bagi dia nda berkenan, q terima jika ini adalah hukuman yg dia berikan untuk q atas salah q yang tadi. Hmmm, Allah SWT Maha Adil dengan Cara-Nya, yakin q bahwa qt sedang banyak diuji sekarang, tentang kesetiaan, tentang emosi dan beberapa hal lain. Qt nda iza memungkiri bahwa masing2 berangkat dari rasa sakit yang tidaklah ringan, masing2 dari kami memiliki kisah yang tidaklah mudah, saling memahami satu sama lain tentu adalah kunci utama dari point tersebut. Ahh, begitu banyak yang ingin q tuliskan, tapi entah semua kabur dan semakin nda jelas apa ayng hendak q tuliskan. Mungkin karena emosi q yang nda stabil karena rasa bersalah ini. q hanya iza sampaikan kata MAAF untuk dia.

Aq Sungguh Nda Tahu Apa Apa

17:37:00

Q merasakan rasa nyeri di pergelangan tangan q, pun di kaki kiri q, padahal q tidak sedang atau tidak telah melakukan apapun, menumpuk segala rasa yang harus q definisikan, perut yang seperti diaduk2, raga lunglai dan gemetar, nyeri di beberapa tempat yang q nda tahu sebabnya, suhu badan yang cukup tinggi, hati yang dipenuhi pertanyaan dan penyesalan. ada apakah? kenapa? sedang apa? apakah q salah? kenapa diam? apakah karena aq? apa yang iza q lakukan? q tak tahu apa apa. q matikan ponsel agar q nda terus mencoba menghubunginya, aq takut dia marah, mungkin dia memang sedang nda ingin mendengar q, meski q bukan yang mau berhenti begitu saja, jika harus mencoba menghubunginya terus, akan q lakukan terus sampai q nda mampu lagi melakukannya. Q bukan yang berhenti berjuang begitu saja. Tapi, bagaimana jika dia semakin marah atas hal itu? marah? karena apa? aq sungguh nda tau apapa. Satu pukulan.. terasa sakit, sepersekian detik kemudian penyesalan dan rasa bersalah sedikit berkurang.. q mencobanya lagi, dan lagi.. genggaman q yang mendarat di pelipis itu cukup mem-balance-kan antara hati dan raga. Ya Allah, jika memang diri ini layak untuk diperjuangkan, q mohon, dekatkanlah dia dan datangkanlah dia untuk q, q nda mampu sendiri tanpa dia, q nda mampu terpisah seperti ini dengannya, ambil saja aq di sisi Mu jika hanya itu yang mampu membuat q melepaskan dia, jika hanya itu satu satu nya cara untuk q melepaskannya, kan q lepas dia beserta nafas q, karena tiada arti diri ini tanpa dia, tiada arti raga ini tanpa menyandingnya, tiada arti nafas ini tanpa mendengarnya, tiada arti hidup ini jika dia yang sebagai tujuan q tiada lagi ada.


Rasa Yang Disini Ketika Kau Disana

17:19:00

 
9 september 2010, pukul 15.57

Q merasakan degub jantung yang begitu kuat, beberapa kali deguban, dalam hati q berbisik “selamat jalan kasih, bawa terus hati q bersamamu, q rasa smua yang kau rasa, perjuangkanlah apa yang menjadi mimpi qt, q akan selalu bersamamu meski raga pisah kan qt sekarang” kemudian deguban itu berangsur reda, dan q tersenyum dalam derai air mata, yakin q derai bahagia.
Q membayangkan pesawat yang membawamu pergi, begitu angkuhnya menerpa langit dan menembus tiap ruang, q membayangkan dirimu di dalamnya, tenang ragamu duduk disana pejamkan mata. Tapi tidak alam pikirmu, yang berkelana jauh ke masa silam dengan kelebatan2 peristiwa yang semakin kini, yang lalu berhenti tepat di sebuah nama, di satu keindahan hati, hingga tanpa sadar dirimu tersenyum. Hati mulai bergejolak, imbas atas memori2 yang berselang, resah gelisah bercampur  haru, debar2 ketakutan namun bahagia menyerta, dan beberapa jenis rasa lain yang nda mampu kau terjemahkan. Satu persatu wajah membentuk slide di kelopak mata mu, orangtua, keluarga, sanak saudara, sahabat, dan dia. Mengaduk aduk seisi hatimu, bercampur haru, bercampur ragu, bercampur kelu. Menghitung setiap detik demi detik hingga besi yang membawamu terbang semakin melandai.
Q membisikkan lirih namamu, q tau apa yang kau rasa, q ada disana bersamamu, menjadikan hangat seluruh tubuhmu hingga tiada berarti lagi dingin menembus kulit. Ya, raga q memang tertinggal disini, tapi jiwa q telah menyatu bersamamu. Kasih, bawa serta selalu hati q, sebagaimana q selalu menjaga hati mu. Bergembiralah, tebarkan semua senyum yang kau punya, tertawalah, hadirkan segala ceria yang kau punya, nikmatilah rona rona takjub setiap wujud disekelilingmu, resapilah kerinduan mereka atas dirimu.
Coba sejenak diam, menyatulah bersama bumi yang terpijak, disanalah semua tentangmu berawal, ada kisah bahagia pun ada kisah terperi, namun semua telah terlalui. Kemudian buka matamu dan tengadah ke langit ke bintang2 dan kerlingnya, kau lihat kan sayang? ada begitu jauh membentang harapan2 baru yg indah menunggu untuk kau raih, ada cinta yang kini pun menyaksikan bintang2, yang berharap mendapatkan pesan balik atas rindunya terhadapmu.
Q sentuh deguban di dada, diam q pejamkan mata, kuat sekali apa yang kini bergemuruh. Kembali q berbisik dalam hati ”tenanglah kasih, ambil satu nafas dalam dan hembuskan semua resah gelisah itu, ulangilah hingga enyah semua, nikmatilah satu per satu sajian di hadapanmu dengan tetap menggenggam hati q” bersama itu q pun lakukan hal yg sama, q serap segala gundahmu untuk kemudian q lepaskan jauh, sambil terus suguhkan senyuman terindah untuk menemanimu.
Q tahu ini nda mudah untukmu sayang, tapi q yakin dirimu mampu laluinya, q percaya bahwa kau akan memperjuangkan q disana. Bukan maksud puitis, q hanya ingin terjemahkan satu rasa, dari setiap debar dan degub yang masih hadir disini, yang q yakin ini atasmu. Q menantimu hingga menapak turun dari pesawat, dan kembali mendengar hangat suaramu. Kasih aq mencintaimu, aq sangat mencintaimu.
[for my Z]

Q Bukan Yang Mengerti Tentang Cinta

17:16:00


Aq bukan yang mengerti tentang cinta

Q sebut dirimu kekasih, kadang juga q sebut dirimu dengan cinta atau sayang, pun sering pula q sebut dirimu dengan ‘papa’ hehehehehe.. untuk yang terakhir ini sebenarnya agak malu menceritakannya, krn semestinya ini adalah rahasia qt berdua. Meski mungkin beberapa akan mencaci dan menertawakan q karena menyebut namamu sesuai dengan bagaimana aq menterjemahkan dirimu.

Aq bukan yang mengerti tentang cinta, yang q tahu pasti bahwa diri q adalah dirimu, tentang mu adalah tentu tentang q, segala apa yang ada padamu telah begitu merasuk dalam jiwa dan raga q, meski hanya bisikanmu yang menemani hari hari q, meski hanya deretan2 tulisan itu yang meresap dalam relung q, pun hanya itu. Hadirmu nyata meski belum q jumpa ragamu, getar hati dan degub jantung itu pun nyata meski hanya mendengar untaian2 mimpi dan inginmu. Entah bermula dari mana, segala ingin mu itu seringkali seirama dengan ingin q, menjadikan q terpana dengan satu demi satu ‘momen’ yang qt temukan. Hingga tersemat dalam pikirmu untuk menjadikan q ratu dalam kehidupanmu, melebur dalam hati dan jiwamu untuk kemudian bertahta dalam relung serta untuk mempersunting q dan mendekap q hingga akhir waktu mu.

Meski aq bukan yang mengerti tentang cinta, tapi tak pernah q mencintai sedalam ini, ya ada banyak sekali kisah terlalui sebelum ini, ada banyak pula nama berselang, namun tiada seperti ini. Perempuan yang kau sebut dengan kekasih rindu ini miliki rindu yang tak terhitung dan tak tertakar lg, seakan tiada pengibaratan yang mampu menandingi, tanpa ada yang tahu bahwa menetes air mata hanya karena rindu pun ketika q tengah mendengar bisikmu, yang terisak hanya karena mendengar rasa sakit atas hati dan ragamu disana, yang menangis terperi hanya karena membayangkan tiada dirimu lagi, yang melantunkan doa doa indah terkandung namamu di tiap lepas sujud nya, yang melafalkan cinta di setiap nafasnya.

Sayang sekali jika aq bukan yang mengerti tentang cinta, berkali q tersungkur dan terjerembab dengan hebat dan menyakitkan, hingga dalam beberapa hitungan waktu q bersembunyi dibalik rasa2 itu dan menghukum mereka2 yang sesungguhnya tiada salah apapun. Namun jika tanpa lalui semua itu, mungkin q bahkan sama skali tiada akan bertemu denganmu, tiada akan q temukan hati yang seperti hati mu, tiada pula q akan disini menikmati hangat dan lembutnya sapaan rindumu serta serpihan2 kasihmu yang semakin memenuhi setiap sudut relung.

Q mencarimu di setiap bangun q, untuk kemudian berharap dirimu ada di setiap lelap q, di setiap lepas senja q menguntai bintang bintang menjadi satu kisah indah tentang malam, merajut mimpi untuk di semat kan di keindahannya, memasangkan asa yang kemudian menjadi bingkainya, serta merangkai tetes2 airmata menjadi bulir2 doa diantaranya. Mungkin aq bukanlah siapa2, aq hanyalah perempuan dengan hati yang ini, yang menyatakan diri mencintaimu dengan tidak menginginkan apapun selain dirimu, yang melafal janji untuk menjaga hati, jiwa dan raga untukmu bersama semua percaya yang tersisa.

Aq bukan yang mengerti tentang cinta, tapi biarkanlah aq tetap berada disini dan melantunkan namamu dalam tiap hela nafas q, yang kemudian meresap dalam setiap alir darah q, untuk menjadi penguat degub jantung q. Karena q meletakkan dirimu didalam diri q, bersemayam megah dalam relung q, dan terus menjadi bagian dari diri q kapanpun dan dimanapun itu. Semua telah mengambil bagian masing2, proses telah berlangsung dan kini tinggal merangkai aq dan dirimu menjadi ‘qt’ dalam syahdu ijab yang terlafal dr bibirmu. Kekasih itu dirimu, jangan pernah tinggalkan aq dan jangan pernah letih menyanding q. Q mencintaimu, hanya dirimu ZULFIARDI. [pipiholic]

Jangan Pernah Lepaskan Cinta

16:07:00

Jangan Lepaskan Cinta  
Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang
wanita. Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah
saya dapatkan dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah
keluarga pekerja keras. Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil.
Sejak kecil, saya lebih dekat dengan Papa, hal itu membuat saya
menjadi seperti seorang laki-laki.Bukan dalam penampilan, tapi dari
cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan
saya pun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja keras
dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan
dalam hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala
dan suka berganti pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya
mempunyai jiwa petualang layaknya seorang laki-laki mungkin karena
dekat dengan Papa saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian
menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal
saya. Saya melihat banyak kekurangan dari nya karena dia tidak
seperti layaknya laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal.
Tapi ada hal yang menarik dari nya dan saya pun tidak tahu itu apa,
yang membuat saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun
berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.
Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain.
Mungkin calon suami saya tersebut malu karena dia tidak
memiliki banyak hal seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan
sombong seakan-akan dialah orang yang paling pintar diantara kami
berdua. Kami pun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar
sehingga kami pun berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang
terjadi kemudian adalah kami menjadi putus dan sambung berulang kali.
Saya pun lelah dan menjadi sangat membenci dia lalu memutuskan untuk
meninggalkannya. Lagipula keluarga Saya tidak menyukainya karena
dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami miliki.

Saya pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya
mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya
tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami
saya tsb. Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang
berlalu dalam kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan saya pun bertemu dengannya lagi di
suatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama.
Saya pun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat
rasa benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kami pun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya
melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita
tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan
kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kami pun
bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah
padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya
melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat
lagi keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya,
yang saya rasakan kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan
tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya
menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini saya
rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya
memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa
dia sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa dia
sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, saya pun menangis dan menyesali semua
kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena
saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika
dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci
dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau berubah
seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat dia
sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang
dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah
seperti kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Saya pun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat
begitu banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya.
Saya tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya
dalam hidup saya.

Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak
mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah membuat hidup saya
seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu sangat tinggi
sehingga menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai tidak bisa di
dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman tetapi penuh
keriangan.Calon suami saya bukan seperti pria lainnya.Dia mengajar
saya melihat dengan cara yang berbeda.Kejujuran dia kadang menyakitkan
hati saya, tapi itulah yang membuat saya mencintai dia, karena
dia mau mencintai saya dengan cara yang berbeda dengan pria lain.

Dia ingin agar saya menjadi lebih baik. Dan saya pun melihat bahwa dia
sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang tahu apa yang diinginkan
dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya. Saya memutuskan
mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia.

Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia
dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena
saya telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini dan ketika saya
memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta masih berpihak
pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya lakukan dalam
hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama
dari keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya
tidak mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya
mendapatkan satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat
diberikan oleh kehidupan yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun.
Saya mempunyai keluarga dan anak-anak yang membuat saya bisa ketawa
dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan marah, tapi itulah
kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, saya pun menyadari bahwa saya memang diambil
dari tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk
paling sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling
tegar tapi juga paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian
besar perancang busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll
adalah pria. Mereka, kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di
depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita yang dicintainya tapi
hatinya tetap sensitif melebihi wanita. Saya selalu mengutamakan
kepentingan suami dan anak-anak saya.
Saya mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi.

Ketika saya mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya
memperoleh lebih dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan
seorang suami yang selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami
yang mau mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring
bersama dan memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya
di kala gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil
masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan,sampai masalah
besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya
daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami
diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar
karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau
menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan
saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan
diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu
tidak ada artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami
saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa
anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari.Ketika
saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan
selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan
membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung
berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik
kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang terjadi kami
tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi
kami mengikatkan diri dalam cinta kami.Saya dapat bertengkar
dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami lebih besar
dari keegoisan kami masing-masing.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal
yang sederhana. Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan
berhasil meraih karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri
dengan alasan apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup
berpasangan. Karena setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling
berbagi. Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh
melebihi mengurus perusahaan-perusahaan, karena tidak ada struktur
organisasi, SOP, manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda
yang tidak mau menurut perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat
dia atau pun ketika anda sedang capek dan tiba-tiba suami anda bertanya
dimana kaos dalam di taruh dan anda tidak bisa menggantung di pintu anda
tulisan "Jangan Diganggu, Lagi Sibuk" karena anda satu kamar dengan
dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget hanya karena tembok
anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa mengeluarkan Surat
Peringatan. Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan
keluarga anda dan mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah
anda akan menjadi wanita yang berhasil.

Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia ini yang hidup
sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga yang baik,
karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda
akan menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria.
Bahkan saya berbagi cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan
semua hal yang terbaik dalam dirinya. Saya tetap seorang isteri
yang menyiapkan pakaian suami saya, menyiapkan makan di rumah saya dan
segala sesuatu dalam rumah tangga saya. Dan jika saya harus memilih,
maka saya memilih keluarga saya dibanding dengan karir saya yang
terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan
hidup anda, berjuang lah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.
Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau
orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda
akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih
indah.Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu
menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada
pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup
menghitung kebaikan,tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda,
dan itulah cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah
tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak
dan menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan
merasa bahagia tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau
tetap teguh dengan cinta anda.

Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah
menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita
baru menyadari sesuatu itu begitu berharga ketika kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar
Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika
bahkan di dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai
seorang isteri dan ibu yang bahagia karena untuk itulah Allah
menciptakan saya di dunia ini.

--Wanita Biasa--
[anonymous]

Pengabdian Hidup Berpasangan

16:00:00

 
Pengabdian Total
Bukan hanya sebagian, tetapi semuanya. Bukan untuk waktu yang pendek, melainkan selama hidup itu masih diberikan Tuhan

Pengabdian untuk mengasihi
Setelah berbagai macam peristiwa yang terjadi, seringkali perasaan dan emosi untuk mengasihi menjadi lenyap. Saat itulah keduanya seharusnya tetap mengasihi, bukan lagi dengan emosi atau perasaan, melainkan dengan kehendak dan komitmen, sampai emosi dan perasaan itu muncul kembali. Begitulah keduanya belajar untuk setia mengasihi

Pengabdian untuk bebas dari masa lalu
Banyak kehidupan berpasangan hancur oleh karena kenangan pahit masa lalu yang tersimpan menjadi sakit hati. Berbuat kesalahan, beda pendapat, salah paham, dan perselisihan adalah bagian dari kehidupan berpasangan. Setiap kali hal itu terjadi, keduanya harus dapat menyelesaikan dan kemudian tidak mengingatnya lagi.

Pengabdian untuk berubah
Ingin menang sendiri adalah bentuk kesombongan dan awal dari kehancuran. Diri kita belum sempura begitu pula pandangan kita. Jika keduanya melakukan kesalahan dan kemudian menyadarinya, maka kerelaan untuk berubah adalah bentuk nyata kasih.

Pengabdian untuk menyelesaikan konflik
Konflik yang tidak diselesaikan atau tidak tuntas membuat banyak masalah dikemudian hari. Di dalam kehidupan berpasangan sesekali terjadi konflik, disinilah keduanya harus belajar untuk menyelesaikan konflik yang ada secara tuntas dan ini membutuhkan itikad baik dari keduanya.

Pengabdian untuk menguasai kemarahan
Janganlah keduanya hancur oleh karena kemarahan, apapun yang terjadi, keduanya harus menguasai dan mengendalikan kemarahan. Alkitab memberi batasan sampai matahari terbenam

Pengabdian untuk mengampuni dan berdoa bersama
Pengampunan adalah prinsip hidup orang percaya, makin banyak waktu yang diberikan untuk bergaul dengan seseorang makin besarlah kemungkinan terjadi perselisihan. Demikian juga dalam berpasangan saling mengampuni dan berdoa bersama adalah kunci hidup berpasangan yang langgeng.

Pengabdian untuk bersekutu
Akan berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum bersehati?
Bersekutu bersama adalah kunci dari kesehatian dan juga merupakan tindakan nyata untuk melibatkan Tuhan di dalam kehidupan berpasangan sehari-hari. Bersekutu bersama juga memberikan contoh nyata kehidupan kristiani bagi orang lain.

Pengabdian untuk mengerti
Mengerti orang lain adalah perkara sulit, namun lebih sulit untuk mengerti diri sendiri masuk dalam kehidupan berpasangan akan membuat kesadaran bahwa ada banyak hal yang belum dimengerti dari diri sendiri. Kehidupan berpasangan juga adalah kehidupan saling membantu mengerti diri.

Pengabdian untuk berkomunikasi
Setiap permasalahan yang terjadi adalah bersama dan harus dihadapi bersama. Tidak dapat dikatakan bahwa itu adalah persoalan paanganku atau bukan persoalan pasanganku. Itu sebabnya komunikasi yang baik adalah kunci keharmonisan dalam kehidupan berpasangan.

Pengabdian untuk mengambil keputusan bijaksana
Banyak kali suatu keputusan yang diambil dalam keadaan emosi justru berakibat menghancurkan, oleh sebab itu dalam menghadapi berbagai macam persoalan harus mengambil keputusan bijaksana dengan hati yang dingin dan dengan bantuan pasangan.

Pengabdian untuk mengevaluasi
Pengharapan-pengharapan dalam hidup berpasangan seringkali kenyataan yang ada tidak sesuai dengan pengharapan. Tanpa menyesali segala sesuatu yang telah terjadi dibutuhkan kedewasaan sikap untuk dapat mengevaluasi pengharapan-pengharapan yang pernah dibuat dan diperbaiki bersama.

Pengabdian untuk mengembangkan sasaran
Sejalan dengan hidup berpasangan, menghadapi perubahan dari segala sesuatu yang ada di sekitar, oleh sebab itu keduanya perlu untuk mengembangkan sasaran hidup bersama seturut firman Tuhan

Pengabdian untuk saling melayani
Melalui kehidupan berpasangan, keduanya belajar untuk hidup bagi orang lain, bukan lagi hanya bagi diri sendiri dan ini bukanlah hal yang mudah, oleh sebab itu perlu untuk membuat suatu pengabdian saling melayani. Kasih akan menolong untuk mengerti kebutuhan orang yang dicntai

Pengabdian untuk membina hubungan baik dengan keluarga pasangan
Membina hubungan baik tidak hanya perlu dengan pasangan saja, namun juga dengan keluarga pasangan dan dengan berbuat begitu merupakan pernyataan kasih serta pengucapan syukur kepada Tuhan.

Di atas semua hal di atas adalah Pengabdian bersama untuk melayani TUHAN Inilah tujuan utama Tuhan di dalam hidup berpasangan ialah agar dapat bersama-sama melayani Tuhan, saling tilong menolong dan bekerja sama menyelesaikan panggilan dan tanggung jawab yang sudah Allah berikan.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/readarticle.php?article_id=522

Tentangmu Yang Juga Tentang Q

10:25:00

    
Diluar sangat deras, terdengar gemericik dan gemerisik hentakan air terhadap apapun yang menghalanginya. Disela2 itu aq mendengar beberapa kali hentakan juga, namun lain,  seperti sebuah pukulan, ya aq mengenalinya sebagai sebuah pukulan kepalan tangan dipermukaan dinding, lekat di dalam ingatan q beberapa tahun lalu ketika suara seperti itu sangatlah familiar dalam keseharian. Dia mengakuinya, benar itu sebuah pukulan kepalan tangan pada dinding. Sejenak aq terhenyak, masih q dengar hentakan itu dan di setiap hentakan aq merasakan ngilu di persendian jemari pun dalam hati. Sebagaimana yang dia sendiri ketahui, setiap rasa sakit yang ada padanya pun terasa disini, nyeri di ulu hati itu nda henti terperi beserta dengan 'beban' yang menggantung dalam hati. Kali ini aq memaksa untuk tetap bersamanya, dia menolak dengan mengatakan ketakutannya menyakiti q secara nda sengaja. Aq berkeras, aq mencintainya bukan hanya pada bahagia dan senang nya, aq mencintainya bukan hanya pada tawa dan berpunya, aq mengatakan padanya bahwa aq pun mencintainya dalam amarah dan perihnya, pun pada sedih dan kekurangannya. Aq hanya ingin hadir, aq hanya ingin ada, meski mungkin hanya diam, meski bukan raga q yang dapat memberikan sentuhan di punggung atau bahunya, meski bukan pelukan hangat atau genggaman tangan. Nyata hanya desah nafas q yang memenuhi ruang dengarnya, nyata hanya sapaan lirih q yang menemaninya.
    
Ada enam belas kali lagi hentakan, aq menghitungnya beserta segala perih yang ada, beberapa hanya perlahan, sebagian yang lain q kenali begitu kerasnya hingga airmata q menetes dengan sendirinya, aq mengenalinya meski dia mencoba mengatakan lain. Aq mendengar hentakan yang sama namun beda tempat, dengan intensitas perih yang berbeda pula, ya, enam belas kali hentakan yang sarat amarah. "Ya Allah, alihkanlah rasa sakit yang ada padanya pada q, bagikanlah rasa sakit yang ada padanya pada q" demikian terus doa yang ter lafal dalam hati. Tepat sekali, aq merasakannya. Setiap nyeri itu terasa di sendi sendi jemari q, pun dengan denyut2 ngilu yang menyertainya. Tapi bukan itu yang membuat airmata q terlerai, tapi rasa nyeri yang q rasakan di ulu hati ini, bukan pada bagaimana aq merasakan itu sebagai sebuah rasa sakit, tapi pada bagaimana disana dia merasakan sakit akibat amarah itu. Amarah yang belum pernah aq temukan pada nya sejak awal qt bertemu, amarah yang baru kali ini aq temukan begitu menyakitkan, amarah seperti yang pernah aq rasakan bertahun tahun yang lalu. Perasaan perasaan itu membuat q semakin merasa begitu dekat dengan dia, menjadikan q semakin mengenalinya.
    
Andaikan q sedang berada dalam ruang dan waktu yang sama dengan dia ketika itu, sudah q kecup rasa sakit itu, q hisap darah yang mengucur itu dan q peluk dia untuk menyerap segala panas amarah yang berkobar dalam hatinya. Wahai lelaki q, wahai sang pengisi ruang hati q, wahai cinta q, akan ada kala itu. Tangan itu adalah tangan yang kelak menjadi imam q, yang akan membimbing q dan anak2 q kelak, tangan itu adalah tangan yang seumur hidup akan q kecup dalam mencari ridho seorang suami. Nda ada alasan bagi q untuk mengabaikannya, pun nda ada alasan bagimu untuk selanjutnya terus melukainya. Yakin q bahwa kini dia telah lalui semua itu, bahwa peristiwa ini semakin akan memperkayakan bijaknya. Hati q tenang sebagaimana yang dia rasa disana. Selalu seperti ini.
    
Demi Allah nda ada kelegaan yang melebihi kelegaan q ketika kemudian q telah menemukan dia kembali dengan kehangatan dan senyum nya. Dimana perlahan pula segala rasa sakit yang tadinya menyertai semakin melemah untuk kemudian lenyap sama sekali. Meski mungkin kali ini aq nda cukup mampu meredakan amarahnya, tapi aq masih sangat bersyukur karena aq mampu menemaninya dalam kondisi nya yang seperti itu. Yakin q segalanya ini akan semakin menguatkan apa yang qt miliki serta semakin menajamkan masing masing hati qt satu dengan yang lain. Sungguh bukan sebuah kisah sederhana pada umumnya, sungguh bukanlah sebuah cerita cinta seperti yang digambarkan pada novel pun sinetron. Tapi semakin hari semakin aq bangga memilikinya, semakin aq bangga berkesempatan menjadi kekasih rindunya. Tergambar dari betapa senyum q ada begitu saja saat membaca pesan paginya ketika hendak berangkat kerja. "Ya Allah, lindungilah dia dan jagalah dia disana" selalu yang terucap dibalik setiap senyum q. [by mama G]

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter