Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Saya Sedang Ingin Mengeluh

14:43:00

Sebelumnya MAAF dan atau PERMISI, 
Saya sedang ingin mengeluh,
huhhhft..

Today, 30rd of september 2010,
"i found something that my taxi cost is equal with my whole week food"

huhhft, hari ini mendadak aq dapat tawaran gawe dari salah seorang temen yang q kenal dr ym, di sebuah forwarding agency sebagai traffic control, its OK about the job, but, i dont have my motorcycle yet this time, sejak ada sedikit konflik sama bapak dirumah kemaren, aq nda berani bawa motor grandong kesayangan q ke surabaya dan aq merelakan diri buat menggunakan angkutan umum, first of all semua baik baik saja, katakanlah aq mempunyai sobat2 yang baek hati disini, so ketika aq turun dari bis dari dan akan ke mojokerto ada mereka mereka yang dengan ikhlas menjemput dan atau mengantar. lebih irit, jelas !! pun ketika menjalani hari hari di kosan, masih ada beberapa teman dan sahabat yang jika malam mengajak mekan bareng, yah dengan istilah lainnya aq yang nunut aja, so far so good lah, aq jadi iza jauh lebih irit, thanks GOD so aq masih be positive untuk dapat bertahan disurabaya. 
But everything's going undercontrol, mendadak pagi ini tadi aq dapet tawaran tersebut, of course aq nda akan menyia-nyiakannya, i need a job !! so, when he told me to come, then i did came. Bad day, coz i found that today i had no friends that's available to drive me, setelah aq tanyain ke temen temen katanya angkot untuk menuju kesana ada oper 3 kali plus becak seharga 5000, huhhhft kalo total ya nda beda jauh sama ongkos taksi td bersama dengan cape dan panas nya, apalagi td temen q itu hanya memberi waktu aq setengah jam untuk segera sampai di kantor dia. nda ada pilihan yang lebih baik. First i spent RP. 37000,- and the second i spent Rp. 23000,- and total Rp. 60000,- which is equal with my 6 days food. Beberapa hari terakhir aq sangat mengirit pengeluaran untuk jajan dan makan,  
and its all vanish just at once !! i just cant believe it, i have to survive !!! 
ya still i have to survive, i hope GOD has another plans for me, and that's a good way. 
Maka, sebelumnya maaf jika aq mengeluhkan hal seperti ini, bulan yang agak berat karena aq mengambil keputusan untuk 'pergi' dari rumah dan bertahan dengan 'ego' yang q simpan sendiri.       

Aq Ketakutan Sekali

00:51:00

 Senin, dini hari setelah q nda mampu meraihnya malam ini,

 
Sabtu kemarin, qt nda berbagi malam, q nda sengaja terlelap sebelum tengah malam dan bangun 2 jam setelah nya dia yang tengah lelap dalam mimpi nya. Namun q tetap menunggunya hingga mentari terbit dan meninggi, senyum kelegaan mendengar dia menyapa q di ujung pagi, meski q merasa ada yang lain, entah apa itu, q hanya merasakannya. Q memikirkannya nyaris sebanyak q menghirup udara  untuk q bernafas, dialah yang terpampang disetiap apapun itu, hingga ber detik2 kemudian, q baru kembali mendengarnya sore hari, lagi lagi tidak pada timing yang pas. q sangat ingin mendengarnya ketika itu, tp nda satupun panggilan q terjawab, aq resah, aq gundah, aq takut dan sangat takut. Q mengabaikan rasa sakit q atas yang q terima dirumah, bagi q masih dia yang lebih penting dari pada diri q sendiri, aq membutuhkannya. hingga detik berganti menit dan beralih jam jam selanjutnya, panggilan q tiada lagi terjawab, raga q semakin melemah, airmata q deras nda terbendung, "TUHAN, aq nda bisa tanpa dia.."
Tidakkah dia mengingat q sama sekali Tuhan, apakah yang sedang terjadi disana ???
Kenapa mendadak dia nda ingin lagi mendengar kata 'sayang' ??? qnda tau apa apa Tuhan, q hanya dsini, sendirian dan ketakutan..
Kembali q mencoba mem'balance'kan resah dalam hati q dengan dera raga yg mampu terasa, meski sepertinya raga q telah mati rasa, q hanya ingin dia, jika tidak maka untuk apa lagi q bertahan sejauh ini???
Melepas dia adalah sama dengan melepas nafas q sendiri, ambillah Tuhan, jika memang bukan dia, ambil saja nafas ini bersama kepergian dia..
 
-00.46 dalam penantian-

Denting Rindu Q Kini

23:35:00

Gores Q Kini, 18 September 2010

Hujan malam ini membawa q kembali memundurkan beberapa lapis waktu, berkelana menjelajah silam, menelusuri setapak berduri, sempit yang kotor. Masa dimana q membangun satu demi satu dinding ‘my secret sorrow’ dan selalu bersembunyi dibaliknya setiap saat. Pun ketika q mengubah diri menjadi monster dan memuja rasa sakit, yang setiap kali mengubah amarah dan gundah menjadi perih, lebam dan luka fisik, menganggap bila amarah dan gundah tersebut dapat menjadi balance dengan rasa sakit raga. Masa dimana q terombang ambing dalam perahu karam, berjuang tertatih sendirian, dan sinis terhadap dunia. Perih, dada q sakit mengingatnya, masa dimana q tiada mengenali diri q sendiri, ketika q membenci diri q sendiri, mengutuk dan jijik dengan diri q sendiri. Malam dengan hujan, malam dimana bintang bersembunyi dibalik awan hitam.
Pernah q bangkit dan berkali q kembali terpuruk karena tiada kuat topang yg q pasang. Selalu q bertanya tentang hati dan rasa sakit yang tiada mampu benar2 enyah dari pikir. Namun setiap kali pun tiada q temukan jawab, hanya menjadikan resah yang kian menjalar. Pernah q memilih beberapa hati dan berharap kali ini sungguh, namun masih q salah dan semakin terpuruk begitu dalam, sendirian pula. Dalam hitungan yang singkat semua ’ada’ dan sisanya hanya berisi hampa. Hingga q mulai berdamai dengan keadaan, q belajar untuk bercinta dengan sepi dan menyetubuhi senyap dari setiap hitungan waktu yang ada berbasis masa lalu itu. Mengumpulkan serpihan2 percaya q yg terserak bersama masa dan kepingan kepingan hati yang terlerai.
Semua biasa saja, hingga tanpa q sadari engkau mulai hadir, pun tanpa q sadari engkau mulai menemani, mengalir begitu deras mengisi relung yang telah lama q kosongkan, aq bahagia, aq menangis, aq tertawa, aq meragu, semua terlalui. Aq takjub atas semua tentangmu, hingga tanpa sadar pun q memujamu karena rasa bangga q terhadapmu. Cintamu indah, hangatmu ingin q dekap selamanya. Kau menawarkan rindu untuk q beserta segala angan dan mimpi, menyentuh hati q dengan getaran rindu yang lama q nanti. Namun terlalu indah untuk menjadi nyata, pun terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Q meragu bukan karena q tiada percaya, hanya q meragu karena takut, ketakutan bahwa semua ini memang hanya mimpi indah yang kau tawarkan, yang kemudian membuat q terpana ketika bangun menyadari tiada pernah ada dirimu dsini, menyadari bahwa selamanya q hanya akan mendekap mimpi, karena q pun tiada akan merelakan mimpi ini berlalu begitu saja.

Yang q sebut cinta adalah ketika q rela memberikan potongan utuh kue coklat atau kue sus kesukaan q untuk dia semua karena q tahu dia pun menyukainya, merasa ikut menikmatinya melihat dia, juga ketika q terbayang dia setiap q temukan segala yang menjadi kesukaan dia, yang q sebut cinta adalah ketika q rela menunggu dia dalam apapun keadaaan q, yakin q mampu menanti dia selamanya, pun siap kemanapun adanya, menemani dia dalam apapun keadaan dia, menjadi tumpuan segala rasa yang dia rasa. Yang q sebut cinta adalah ketika setiap bangun q hanya untuk dia dan disetiap tidur q hanya dengan harapan untuk dapat kembali menemukan dia di ruang pandang dan dengar q, yang q sebut cinta adalah ketika semua lagu lagu cinta menjadi soundtrack atas rasa yang ada, pun segala indah hanya terwakili oleh dia, dimana nama lain tiada lagi berarti dan masa lalu pun tinggal hanya kisah lalu. Apalagi ??? Yang q sebut cinta adalah ketika q telah merasa cukup atas ini. Tiada lain, hanya ini, hanya dia.

Yang q sebut dengan cinta adalah yang menyandang sebagai kekasih, dan itu dia, lelaki yang kini merajai hati dan pikir q, yang menyita segala angan dan asa q, yang menjadi tujuan hidup dan pemilik raga serta mimpi2 q.  Meski qt sama berangkat dari rasa sakit, tapi qt miliki satu tujuan untuk bersama sama menjemput bahagia. Bukan tiada rintang, yakin q banyak, pun beberapa uji yang harus qt lewati satu demi satu, yakin q semua akan berakhir indah. Kini ada 2 nama sedang mencoba mencari perhatian, pun kehendak orang tua yang masih terus mencoba mencarikan nama untuk q pilih, namun tiada lagi nama yang dapat tersemat, karena telah bertahta indah satu nama, dimana segala perhatian telah tertuju hanya pada sebuah jiwa seiring dengan kesetiaan q yang hanya pada satu hati, bagi seseorang disana yang selalu memanggil q sebagai kekasih rindu. Kembali tentang dia, dan akan selalu tentang dia hingga akhir q.

Beberapa airmata terurai saat q rasa sakit yang dia rasa, perih, hanya dengan membayangkan dia berlalu. Jika meminta q untuk berhenti menanti & memilih pergi, sama artinya q akan berhenti merasa, membekukan hati, sama dengan mati, hanya raga berdiri, untuk apa??? lebih baik raga pun sirna, lepas nyawa, menjemput siksa yang kekal.

Hujan malam ini masih menemani q termenung dan melamun disini, masih di beranda kediaman q yang semakin basah terhempas deras. Q merapatkan rajutan yang menyelimuti q, pejamkan mata merasa seolah dia yang merengkuh aq, tanpa sadar terulas senyum, terlantun doa dan terbersit asa. Malam dengan hujan, malam dimana bintang bersembunyi dibalik awan hitam. Namun bintang tiada pernah beranjak, dia ada dan selalu tetap hadir meski terhalang kelam awan awan pekat, menanti reda dan kembali sajikan kerling ceria. Q menikmatinya, biar hujan, biar dingin, yakin q bintang bintang masih kan menerangi malam q kala reda. Masih raga q disini tiada beranjak, meski sendiri, meski senyap, tapi tidak hati q, yang selalu denganmu.

Rindu malam kepada bintang, rindu q kepada mu, cinta.
[dedicated to zul fiardi]

Menemani Gelap Malam Q

01:12:00


Sepertinya malam ini q hanya akan berteman dengan gelap dan sepi, dalam separuh nyawa bangun malam q tanpa sadar q telah melakukan kesalahan yang membuat dia nda sudi untuk menerima panggilan q dan memilih untuk menghindar dengan mematikan segala media kontak yang ada. maka hanya inilah yang iza q lakukan, menulis dan menulis dalam kesepian dan kesendirian q malam ini. ya, mungkin aq salah, mungkin dalam pesan q tadi terselip kata2 yang bagi dia nda berkenan, q terima jika ini adalah hukuman yg dia berikan untuk q atas salah q yang tadi. Hmmm, Allah SWT Maha Adil dengan Cara-Nya, yakin q bahwa qt sedang banyak diuji sekarang, tentang kesetiaan, tentang emosi dan beberapa hal lain. Qt nda iza memungkiri bahwa masing2 berangkat dari rasa sakit yang tidaklah ringan, masing2 dari kami memiliki kisah yang tidaklah mudah, saling memahami satu sama lain tentu adalah kunci utama dari point tersebut. Ahh, begitu banyak yang ingin q tuliskan, tapi entah semua kabur dan semakin nda jelas apa ayng hendak q tuliskan. Mungkin karena emosi q yang nda stabil karena rasa bersalah ini. q hanya iza sampaikan kata MAAF untuk dia.

Aq Sungguh Nda Tahu Apa Apa

17:37:00

Q merasakan rasa nyeri di pergelangan tangan q, pun di kaki kiri q, padahal q tidak sedang atau tidak telah melakukan apapun, menumpuk segala rasa yang harus q definisikan, perut yang seperti diaduk2, raga lunglai dan gemetar, nyeri di beberapa tempat yang q nda tahu sebabnya, suhu badan yang cukup tinggi, hati yang dipenuhi pertanyaan dan penyesalan. ada apakah? kenapa? sedang apa? apakah q salah? kenapa diam? apakah karena aq? apa yang iza q lakukan? q tak tahu apa apa. q matikan ponsel agar q nda terus mencoba menghubunginya, aq takut dia marah, mungkin dia memang sedang nda ingin mendengar q, meski q bukan yang mau berhenti begitu saja, jika harus mencoba menghubunginya terus, akan q lakukan terus sampai q nda mampu lagi melakukannya. Q bukan yang berhenti berjuang begitu saja. Tapi, bagaimana jika dia semakin marah atas hal itu? marah? karena apa? aq sungguh nda tau apapa. Satu pukulan.. terasa sakit, sepersekian detik kemudian penyesalan dan rasa bersalah sedikit berkurang.. q mencobanya lagi, dan lagi.. genggaman q yang mendarat di pelipis itu cukup mem-balance-kan antara hati dan raga. Ya Allah, jika memang diri ini layak untuk diperjuangkan, q mohon, dekatkanlah dia dan datangkanlah dia untuk q, q nda mampu sendiri tanpa dia, q nda mampu terpisah seperti ini dengannya, ambil saja aq di sisi Mu jika hanya itu yang mampu membuat q melepaskan dia, jika hanya itu satu satu nya cara untuk q melepaskannya, kan q lepas dia beserta nafas q, karena tiada arti diri ini tanpa dia, tiada arti raga ini tanpa menyandingnya, tiada arti nafas ini tanpa mendengarnya, tiada arti hidup ini jika dia yang sebagai tujuan q tiada lagi ada.


Rasa Yang Disini Ketika Kau Disana

17:19:00

 
9 september 2010, pukul 15.57

Q merasakan degub jantung yang begitu kuat, beberapa kali deguban, dalam hati q berbisik “selamat jalan kasih, bawa terus hati q bersamamu, q rasa smua yang kau rasa, perjuangkanlah apa yang menjadi mimpi qt, q akan selalu bersamamu meski raga pisah kan qt sekarang” kemudian deguban itu berangsur reda, dan q tersenyum dalam derai air mata, yakin q derai bahagia.
Q membayangkan pesawat yang membawamu pergi, begitu angkuhnya menerpa langit dan menembus tiap ruang, q membayangkan dirimu di dalamnya, tenang ragamu duduk disana pejamkan mata. Tapi tidak alam pikirmu, yang berkelana jauh ke masa silam dengan kelebatan2 peristiwa yang semakin kini, yang lalu berhenti tepat di sebuah nama, di satu keindahan hati, hingga tanpa sadar dirimu tersenyum. Hati mulai bergejolak, imbas atas memori2 yang berselang, resah gelisah bercampur  haru, debar2 ketakutan namun bahagia menyerta, dan beberapa jenis rasa lain yang nda mampu kau terjemahkan. Satu persatu wajah membentuk slide di kelopak mata mu, orangtua, keluarga, sanak saudara, sahabat, dan dia. Mengaduk aduk seisi hatimu, bercampur haru, bercampur ragu, bercampur kelu. Menghitung setiap detik demi detik hingga besi yang membawamu terbang semakin melandai.
Q membisikkan lirih namamu, q tau apa yang kau rasa, q ada disana bersamamu, menjadikan hangat seluruh tubuhmu hingga tiada berarti lagi dingin menembus kulit. Ya, raga q memang tertinggal disini, tapi jiwa q telah menyatu bersamamu. Kasih, bawa serta selalu hati q, sebagaimana q selalu menjaga hati mu. Bergembiralah, tebarkan semua senyum yang kau punya, tertawalah, hadirkan segala ceria yang kau punya, nikmatilah rona rona takjub setiap wujud disekelilingmu, resapilah kerinduan mereka atas dirimu.
Coba sejenak diam, menyatulah bersama bumi yang terpijak, disanalah semua tentangmu berawal, ada kisah bahagia pun ada kisah terperi, namun semua telah terlalui. Kemudian buka matamu dan tengadah ke langit ke bintang2 dan kerlingnya, kau lihat kan sayang? ada begitu jauh membentang harapan2 baru yg indah menunggu untuk kau raih, ada cinta yang kini pun menyaksikan bintang2, yang berharap mendapatkan pesan balik atas rindunya terhadapmu.
Q sentuh deguban di dada, diam q pejamkan mata, kuat sekali apa yang kini bergemuruh. Kembali q berbisik dalam hati ”tenanglah kasih, ambil satu nafas dalam dan hembuskan semua resah gelisah itu, ulangilah hingga enyah semua, nikmatilah satu per satu sajian di hadapanmu dengan tetap menggenggam hati q” bersama itu q pun lakukan hal yg sama, q serap segala gundahmu untuk kemudian q lepaskan jauh, sambil terus suguhkan senyuman terindah untuk menemanimu.
Q tahu ini nda mudah untukmu sayang, tapi q yakin dirimu mampu laluinya, q percaya bahwa kau akan memperjuangkan q disana. Bukan maksud puitis, q hanya ingin terjemahkan satu rasa, dari setiap debar dan degub yang masih hadir disini, yang q yakin ini atasmu. Q menantimu hingga menapak turun dari pesawat, dan kembali mendengar hangat suaramu. Kasih aq mencintaimu, aq sangat mencintaimu.
[for my Z]

Q Bukan Yang Mengerti Tentang Cinta

17:16:00


Aq bukan yang mengerti tentang cinta

Q sebut dirimu kekasih, kadang juga q sebut dirimu dengan cinta atau sayang, pun sering pula q sebut dirimu dengan ‘papa’ hehehehehe.. untuk yang terakhir ini sebenarnya agak malu menceritakannya, krn semestinya ini adalah rahasia qt berdua. Meski mungkin beberapa akan mencaci dan menertawakan q karena menyebut namamu sesuai dengan bagaimana aq menterjemahkan dirimu.

Aq bukan yang mengerti tentang cinta, yang q tahu pasti bahwa diri q adalah dirimu, tentang mu adalah tentu tentang q, segala apa yang ada padamu telah begitu merasuk dalam jiwa dan raga q, meski hanya bisikanmu yang menemani hari hari q, meski hanya deretan2 tulisan itu yang meresap dalam relung q, pun hanya itu. Hadirmu nyata meski belum q jumpa ragamu, getar hati dan degub jantung itu pun nyata meski hanya mendengar untaian2 mimpi dan inginmu. Entah bermula dari mana, segala ingin mu itu seringkali seirama dengan ingin q, menjadikan q terpana dengan satu demi satu ‘momen’ yang qt temukan. Hingga tersemat dalam pikirmu untuk menjadikan q ratu dalam kehidupanmu, melebur dalam hati dan jiwamu untuk kemudian bertahta dalam relung serta untuk mempersunting q dan mendekap q hingga akhir waktu mu.

Meski aq bukan yang mengerti tentang cinta, tapi tak pernah q mencintai sedalam ini, ya ada banyak sekali kisah terlalui sebelum ini, ada banyak pula nama berselang, namun tiada seperti ini. Perempuan yang kau sebut dengan kekasih rindu ini miliki rindu yang tak terhitung dan tak tertakar lg, seakan tiada pengibaratan yang mampu menandingi, tanpa ada yang tahu bahwa menetes air mata hanya karena rindu pun ketika q tengah mendengar bisikmu, yang terisak hanya karena mendengar rasa sakit atas hati dan ragamu disana, yang menangis terperi hanya karena membayangkan tiada dirimu lagi, yang melantunkan doa doa indah terkandung namamu di tiap lepas sujud nya, yang melafalkan cinta di setiap nafasnya.

Sayang sekali jika aq bukan yang mengerti tentang cinta, berkali q tersungkur dan terjerembab dengan hebat dan menyakitkan, hingga dalam beberapa hitungan waktu q bersembunyi dibalik rasa2 itu dan menghukum mereka2 yang sesungguhnya tiada salah apapun. Namun jika tanpa lalui semua itu, mungkin q bahkan sama skali tiada akan bertemu denganmu, tiada akan q temukan hati yang seperti hati mu, tiada pula q akan disini menikmati hangat dan lembutnya sapaan rindumu serta serpihan2 kasihmu yang semakin memenuhi setiap sudut relung.

Q mencarimu di setiap bangun q, untuk kemudian berharap dirimu ada di setiap lelap q, di setiap lepas senja q menguntai bintang bintang menjadi satu kisah indah tentang malam, merajut mimpi untuk di semat kan di keindahannya, memasangkan asa yang kemudian menjadi bingkainya, serta merangkai tetes2 airmata menjadi bulir2 doa diantaranya. Mungkin aq bukanlah siapa2, aq hanyalah perempuan dengan hati yang ini, yang menyatakan diri mencintaimu dengan tidak menginginkan apapun selain dirimu, yang melafal janji untuk menjaga hati, jiwa dan raga untukmu bersama semua percaya yang tersisa.

Aq bukan yang mengerti tentang cinta, tapi biarkanlah aq tetap berada disini dan melantunkan namamu dalam tiap hela nafas q, yang kemudian meresap dalam setiap alir darah q, untuk menjadi penguat degub jantung q. Karena q meletakkan dirimu didalam diri q, bersemayam megah dalam relung q, dan terus menjadi bagian dari diri q kapanpun dan dimanapun itu. Semua telah mengambil bagian masing2, proses telah berlangsung dan kini tinggal merangkai aq dan dirimu menjadi ‘qt’ dalam syahdu ijab yang terlafal dr bibirmu. Kekasih itu dirimu, jangan pernah tinggalkan aq dan jangan pernah letih menyanding q. Q mencintaimu, hanya dirimu ZULFIARDI. [pipiholic]

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter