Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Q Tergoda Untuk Menuliskannya

15:42:00


Atas beberapa peristiwa, q tergoda untuk menuliskannya, karena beberapa hal yang terjadi akhir2 ini, banyak hal disekeliling q yang membuat q makin banyak belajar mengenai karakter manusia dan hal hal yang melatarbelakanginya. Dengan saling sharing sama papa di tiap malam malam hangat kami maka q jadi lebih memahami lagi,
to my partner of life, thanks for being you, and im so proud having you..

 
Berikut dibawah ini q sekedar merangkum peristiwa bulan ini yang menarik perhatian q, mengenai kedewasaan, mengenai keyakinan dan mengenai relationship. Namun untuk tulisan kali ini q hanya akan menuliskan tentang poin pertama.

Perlu kita ketahui bahwa anak-anak jalanan/pemulung mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki.
Apa keistimewaannya?
Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan, bergelut dengan rasa sakit yang bukan hanya fisik melainkan juga batin karena hinaan dan cacian, hanya untuk satu tujuan yaitu untuk bertahan hidup, walaupun uang yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Demi orang2 yang dikasihinya pun demi dirinya sendiri.

 
Lalu bagaimana dengan qt?
Qt tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, masih banyak fasilitas yang qt miliki dan hanya pada waktu tertentu saja qt mendapati kesulitan, namun parahnya qt biasanya gampang berputus asa bila menemui kegagalan tersebut, padahal seringkali kegagalan itu pun baru kali itu terjadi dan yang lebih parahnya lagi qt jadi tidak lagi mensyukuri apa yang qt punyai saat itu.
Sekarang lebih hebat manakah? kita atau anak jalanan?

Setiap manusia itu unik dan masing masing memiliki individualisme yang berbeda beda, dari ribuan manusia yang lalu lalang disekitar qt setiap hari, sebagian memang qt kenal sebagian lain hanya sambil lewat atau bahkan baru sekali itu bertemu. Tapi dengan qt berinteraksi dengan qt berkomunikasi, selalu akan qt temukan hal baru yang memperkaya pikir qt, jika qt menggunakannya dengan benar tentunya. Bukanlah sikap dan sifat yang bijak jika qt terbiasa menghakimi atau menunjukkan arogansi atas hal hal yang qt temui setiap hari tersebut. Manusia sekarang lebih vokal, vulgar, lebih individualis dan egois, itu kenyataannya, mungkin karena keadaan bisa juga karena lingkungan dan atau kehidupan yang semakin keras. Tidak ada yang salah, itulah kehidupan. Dan Allah SWT telah menempatkan masing masing porsinya dengan sangat Adil bagi-Nya.

Ada q membaca di suatu tempat, maaf lupa dr mana q baca krn hanya meresap dalam ingatan tentang makna dr kata kata tersebut [trauma ada yang sok pake mau jerat pake hukum UU ITE sih, hehehehehee.. pizzz..]

Being NICE to someone you DISLIKE doesn’t mean U’re FAKE,
It’s mean U’re MATURE enough to TOLERATE ur dislike towards them
the question is : If maturity was NOT equal with AGE or NUMBER,
is TOLERATE really equal with MATURITY ???
Is it all about TOLERATE and or COMPROMIZING ???


Sebenarnya q sendiri belum memaknai benar atas sebuah kedewasaan, q akui q sendiri masih sering manja, berkeluh, menyimpan perasaan jengkel dan geram. Mungkin masih jauh dari makna sebuah kedewasaan tersebut. Yang selalu aq pahami adalah bahwa dalam memandang segala sesuatu tidak cukup hanya dari sudut pandang qt sendiri, bahwa segala sesuatu memiliki nilai lebih jika qt mampu memandangnya dari berbagai sisi dan berempati terhadapnya. Tentunya satu jenis empati yang tulus, bukan empati yang memiliki embel embel di belakangnya. Karena ada beberapa peristiwa di sekitar q, bahwa seseorang berempati pada pihak lain disekitarnya tetapi mengharapkan balasan, mengharapkan dia diperlakukan sama dan menjadi jatuh atau down ketika dia tidak mendapatkan yang dia inginkan yang bisa jadi lebih besar dari yang mampu dia berikan. Dan ketika hal buruk menimpanya dia mulai bertanya tanya dan menyalahkan ’kok mereka tega sama aq ya, padahal q sudah melakukan banyak hal untuk membantu mereka’. Lagi, kuulangi bahwa segala sesuatu memiliki nilai lebih jika qt mau dan mampu memandangnya dari berbagai sisi dan berempati terhadapnya. Karena segala sesuatu terjadi pasti memiliki alasan tersendiri, memiliki latar belakang tersendiri, dan setiap individu memiliki kemampuannya sendiri sendiri dalam mensikapi hal tersebut. Memaksakan asumsi qt sendiri bukanlah cara yang bijak, sebagaimana qt memiliki alasan2 qt sendiri, mereka pun demikian, sering keadaan yang menyebabkan demikian yang sungguh diluar kuasa mereka. Bila memang ada seseorang yang sungguh2 berniat jahat dengan qt, dan qt telah begitu mempercayainya, apakah qt menghendakinya??? Tentu tidak bukan??? Disitulah yang disebut dengan keadaan, disitulah qt mestinya memahami bahwa ada hal hal yang memang diluar kuasa qt. Lantas jika terjadi demikian qt kemudian menyalahkan Tuhan??? Lantas kemudian berpaling dari Nya??? Seperti anak anak jalanan yang saya tuliskan di awal tadi, apakah mereka menghendaki untuk hidup seperti itu ??? [biarkanlah hati kalian masing2 yang menjawab pertanyaan tersebut].
Perempuan ini, yang beberapa waktu ini mendadak hadir dalam cuplikan kehidupan q meski hanya dalam bentuk tulisan, membuat q makin belajar lagi tentang makna dari kata kata tersebut. Membuat q banyak berpikir dan meyakini bahwa ’every single things must be significant, even this one’. Meski bukan berarti q mengiyakan semua tuduhan dia yang membabi buta tersebut, tapi setelah q membaca semua yang tertulis atas nama dia aq jadi memahami dia secara psikologis, dia berlaku seperti itu karena latar belakangnya yang seperti itu. Maka biarkanlah, hanya kata MAAF dan TERIMAKASIH yang cukup untuk dia, tanpa perlu lagi q menambahkan perpanjangan penjelasan atas 2 kata tersebut, sudah sangat jelas jalan pikir qt berbeda, jadi meski q menggunakan berbagai macam kata mungkin nda akan mampu tertangkap olehnya maksud yang q sebutkan. Secara tidak langsung, inikah yang dimaksud dengan ‘TOLERATE’ and ‘COMPROMISING’ ??? 
 
Bukankah Allah SWT itu ADIL dengan cara-NYA ??? Masihkah mempertanyakan tentang kenapa orang lain berlaku jahat dengan qt??? Kenapa qt tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang qt lakukan terhadap org lain??? Masihkah qt menghitung satu persatu tindakan [yang menurut qt] baik terhadap orang lain??? Masihkah qt menghakimi sesama qt tanpa melihat terlebih dulu apa yang melatari peristiwa tersebut??? Masihkah qt menilai orang lain SALAH atas rasionalisasi yang hanya qt buat sendiri???
Tidakkah malu qt masih mempertanyakan semua itu ketika qt sudah mengetahui ke-Maha Adil-an Beliau???
[mama givaldi on thought]

0 comments:

Post a Comment

silahkan meninggalkan jejak anda...

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter