Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Addicted [Kecanduan]

15:00:00



Kalau ada satu kondisi yang selalu saya temukan pada orang yang datang dalam konsultasi ataupun sekedar curhat singkat di sela-sela istirahat makan siang adalah kecanduan. Addiction, always. Setiap mereka mengalaminya. Setiap kita. Juga Anda. Maaf, hari ini Anda butuh lebih dari 90 detik untuk menyelesaikan tulisan ini.

Para pecandu, saya melihat mereka ada di mana-mana. Ketika pagi hari saya melihat berita di TV dan koran. Ketika saya membuka inbox e-mail dan SMS. Ketika saya melangkah keluar dari pagar dan berjalan mencari kendaraan umum. Ketika saya berada di antrian kasir belanja. Ketika saya melintasi tempat-tempat peribadatan dengan berbagai jenis simbol agama yang hanya diam dingin membisu.
Ketika saya melangkah di pintu berputar. Ketika saya disapa oleh keramahan senyum para pelayan kafe. Ketika saya bertemu dengan sesama rekan konsultan. Ketika saya masuk ke toilet dan membersihkan tangan di wastafel. Ketika saya duduk di kafetaria dan memandang ke lautan luas manusia di luar sana. Ya mereka tidak pernah mengenal saya, tapi kecanduan di dalam mereka menunjukkan dirinya dengan kedipan menggoda namun gerakan bibir berbisik meminta pertolongan.
Sebuah konflik batin yang selalu menyertai semua pecandu.
Setiap kali memejamkan mata sejenak, saya menemukan wajah lain lagi saat membuka mata yang datang silih berganti melintas di sebelah sini, sebelah sana, depan-belakang, sekeliling saya. Mereka berjalan malang-melintang dengan urusan masing-masing, tanpa pernah terbersit sedikit pun bagaimana konflik dan kesulitan yang mereka hadapi hari itu kemungkinan besar ditimbulkan oleh kebiasaan mencandu yang dilakukan sepanjang hari.
Mereka tidak pernah menyadari bahwa mereka adalah pecandu. Setiap orang melabur dirinya dengan kosmetik-bahagia yang sanggup untuk mengelabui seisi dunia, berpura-pura menjadi seseorang yang sebenarnya bukan, termasuk mengelabui diri selama mungkin dengan ilusi candu itu. Berbagai jenis candu yang mereka pakai untuk menginjeksikan rasa-rasa bahagia, sukses, diterima, kaya, piawai, dimaafkan, bebas, kuat, damai, disayang, berprestasi, menang, berguna, dan puluhan sensasi yang berbeda lainnya.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang mereka rasakan ketika efek candu itu mereda. Bagaimana mereka meregang jiwa yang terasa begitu rapuh, letih dan kesepian. Mereka mengeluarkan jeritan sunyi yang menekan, menusuk di dada, dan mereka harus mengigit bibir untuk menahan kesakitan yang ada. Sekilas mereka bertanya-tanya pada diri sendiri mengapa terus melakukan kefanaan dan kebodohan ini. Namun langsung menguap sirna lagi ketika direndam perasaan malu, rendah dan tertolak, terutama tertolak oleh dirinya sendiri karena teringat bagaimana terakhir kali mereka berjanji tidak akan menghisap candu lagi.
Kenyataan bahwa kini mereka tergolek lemah sendiri di lembah yang gelap itu, untuk kesekian kalinya, semakin menghimpit remuk sisa asa yang masih tersimpan di relung tubuh ringkihnya. Itu sebabnya, sekalipun persis tahu apa yang harus dilakukan, mereka memilih untuk berhenti mencoba berhenti, dan membiarkan diri meluncur jauh lebih dalam dunia candu. Menutup mata, menyerah dan berkata, “Ya sudahlah, ini dunia saya,” namun hanya sekian lama sebelum terbentur dengan suara hati lagi yang memintanya untuk naik ke permukaan untuk mencari bantuan.
Kedipan mata mengoda, dan gerakan bibir berbisik meminta pertolongan.
Saya dapat mengenali mereka dengan sangat mudah. Karena setiap kali saya pulang dan berdiri di depan kaca, saya melihat bayangan mata dan bibir yang sama memandang saya di balik sana.
Ya, saya juga memiliki kecanduan, tidak lebih baik dari siapapun mereka yang saya temui di luar sana. Saya memiliki kecenderungan yang sama seperti Anda dan orang lainnya. Saya diciptakan dengan sistem operasi yang sama rapuhnya seperti seluruh penghuni bumi ini.
Perbedaannya adalah saya memilih untuk mengakuinya dan menghadapinya. Saya menolak untuk merendam diri dengan berbagai candu yang memberi kesenangan, kenyamanan sementara itu. Saya berulang kali berkata bayangan dibalik kaca itu bahwa ia berhak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih nyata dari itu. Sesuatu yang saya benar-benar butuhkan, bukan sesuatu yang sekedar saya inginkan. Sebuah kepenuhan, bukannya kepuasan.
Sulit dipercaya bahwa sekalipun bukan hanya saya saja yang menyetujui hal itu, pada realitanya sangat sedikit sekali yang berani bertindak sesuai dengannya. Mereka ada dimana-mana. Kedipan mata yang mengoda, dan gerakan bibir yang memelas. Sulit sekali untuk menggambarkan bagaimana rasa sakit yang saya rasakan setiap kali melihat hal-hal tersebut di wajah setiap orang yang saya temui. Bagaimana kecanduan mereka merusak hidup hari demi hari, bagaimana mereka sebenarnya meminta pertolongan, namun menghardik menepis ketika seseorang mengulurkan tangan untuk mereka.
Sesekali pribadi-pribadi tersebut datang kepada saya atau orang lain yang bisa membantu, biasanya ketika berada di titik terendah dan ingin memperbaiki, tapi sayangnya ketika dihadapkan dengan proses detoksifikasi, mereka menyerah terlalu cepat dan memilih untuk kembali lagi pada godaan candu. Mereka melepaskan hal yang sebenarnya mereka butuhkan, hanya demi hal yang mereka inginkan.
Saya adalah seorang pecandu. Saya mengakuinya. Saya berusaha menanggalkannya satu demi satu setiap hari, dan saya bisa melaluinya. Jadi tidak ada alasan Anda tidak bisa melakukan hal yang sama. Hentikan candu yang memanipulasi hidup Anda seolah-olah indah namun gelap tidak karuan.
Saya harap Anda tidak berpikir bahwa dari tadi saya berbicara tentang alkohol dan obat-obatan psikotropika, karena justru kedua hal itu adalah jenis candu yang paling mudah untuk dikenali maupun ditangani. Saya berbicara tentang kecanduan emosional apapun yang ada di dalam diri Anda. Apapun dan siapapun yang Anda pakai untuk menyibukkan diri, melipur lara, dan membuat seolah-olah Anda bahagia selama beberapa waktu.
Secara esensi, kecanduan adalah keinginan (bukan kebutuhan, karena Anda tidak akan mati jika tidak terpenuhi) akan sebuah obyek atau pengalaman eksternal yang membuat Anda merasa lebih lengkap atau lebih baik. Candu obyek bisa berbentuk benda, jasa, fasilitas dan segala bentuk materi lainnya; sementara candu pengalaman bisa berupa tantangan, kepercayaan, pengakuan, rasa sakit, pujian, penerimaan, dsb.
Siklus mengerikan dari sebuah kecanduan adalah semakin mengkonsumsi candu itu, semakin Anda terjerat ilusi bahagia instan sekaligus diliputi hampa dan ketakutan karena terbayang momen-momen jika sempat kehilangan sumber candu itu.
Luangkan waktu sejenak untuk merefleksikan hal-hal yang menjadi candu bagi Anda. Hal-hal yang Anda begitu melekat, terbiasa, seolah-olah menjadi bagian penting dalam hidup Anda, sehingga merasa tidak bahagia atau mati jika tidak mendapatkannya. Prestasi, pengalaman, kedudukan, penampilan, status, kesibukan, harta benda, kepastian, karir, penghargaan, dsb.
Sadari bahwa seluruh candu itu menjanjikan kepuasan semu yang sangat nikmat tapi tanpa pernah membuat Anda terpenuhkan. Justru sebaliknya, Anda akan selalu dibayangi rasa kekurangan, kebingungan, kesepian, dibawah tekanan dan takut kehilangan.
Berikut, tanamkan pengetahuan yang benar tentang esensi dari apapun kecanduan tersebut: Anda bisa menghindari dan mengendalikannya jika Anda terlebih dahulu memusatkan diri pada hal-hal internal, yakni mengakui diri sendiri, memuji diri sendiri, memberi penghargaan pada diri sendiri, menambah keahlian diri sendiri, dsb agar Anda tidak bergantung pada hal eksternal demi merasa diri berharga.
Terakhir, tidak perlu merasa malu atau takut untuk meminta pertolongan kepada orang lain, tidak peduli seringan apapun gangguan kecanduan Anda. Saya tahu persis Anda merasa malu dan takut dilukai jika membuka diri tentang kelemahan tersebut. Anda akan dihantui perasaan takut setengah mati jika pihak yang menolong Anda akan menyalahgunakan kepercayaan tersebut. Anda mungkin berpikir berkali-kali untuk mundur dan kembali mencari keamanan dibalik candu dan menerima siklus mautnya. Tapi tetap tegarkan hati, beri pujian pada diri sendiri, dan berjalan langkah demi langkah bersama dengan orang yang mengulurkan tangannya untuk Anda.
Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/08/29/kecanduan/

Lelaki yang Jatuh Cinta dengan Hebat

02:39:00

Notes :
Maaf iah, lately saia hanya sempat posting beberapa artikel copy paste, belum tertulis apa yg ada dr benak sendiri... 


Cinta yang hakiki ialah cinta oleh akal dan hati… hebat bukan???
Tanpa melihat atau berjumpa, ia sudah bertaut dan dapat dirasa karena yang bersatu adalah hati, bukan fisik. Dan ia disatukan oleh Takdir Allah dan BUKAN oleh nafsu dan kepentingan diri.

Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, namun pergerakannya perlu diatur dan dikawal. Begitupula cinta, ia adalah kuasa, namun kuasa itu memerlukan peraturan dan kawalan. Sebagaimana jasad memerlukan makanan, begitu juga halnya dengan jiwa yang memerlukan cinta. Allah menciptakan naluri tersebut kerana ingin menyelamatkan, membahagiakan dan mententeramkan jiwa manusia. Tetapi cinta, sekarang banyak meruntuhkan arti kemanusiaan itu sendiri. Bukannya menyelamatkan tetapi merusakkan.

Hukum cinta perlu dipatuhi agar maksud penciptaanya tercapai.
Cintailah sesiapapun, asalkan cinta itu dapat memberi lorong yang sebaik-baiknya untuk terus menyintai Allah. Cinta itu harus dibina diatas dasar cinta kepada Allah.
Sebagai bukti, kita akan mendahulukan kehendak kecintaan kita kepada Allah melebihi kehendak kecintaan kita kepada yang lain. Cinta harus tumbuh atas dasar tapak yang murni yang selalunya didorong oleh faktor agama, akhlak, kewibawaan dan keperibadian yang baik. Dorongan dan rangsangan yang menyuburkan cinta ini tidak memerlukan kata-kata luahan yang indah, namun body language sudah cukup membuktikan betapa dalamnya cinta.
Kebiasaannya cinta yang suci akan membawa ke gerbang perkawinan, untuk bercinta lagi dengan seribu keindahan. Bahkan jika diizinkan Allah, ia akan bersambung di akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di akhirat. Jikalau cinta seseorang itu benar-benar hanya kerana Allah, dia akan lebih khusyuk selalu dalam solatnya dan semakin bertambah pula amal ibadatnya…



Pertemuan menghadiahkan kita kasih sayang
Jika cinta satu pasti bertemu
Ia tidak ternilai
Kerana antara hati kita
Tiada antaranya lagi
Yang ada hanya cinta kasih Ilahi
Kita berpisah hanya sementara
Kerana pertemuan bukan milik kita
Jasad dan suara berjauhan sentiasa
Namun cinta abadi
Biar berpisah selalu menderita
Kerana syurga menagih ujian
Sedang neraka dipagari oleh nikmat
Bertemu tidak jemu
Berpisah tak gelisah
Bicara kita adalah bicara sufi
Tanpa suara dan kata-kata
Kerana penghubung kita adalah suara hati
Bertemu berpisah karena Allah…



Kasih sayang dan cinta ada dimana-mana. Sejak dahulu, kini dan selamanya kasih sayang tetap ada. Kita, makhluk bernama manusia ini memang diciptakan, memang dilahirkan atas dasar cinta. Kita membesar dengan belaian penuh kasih sayang orang-orang tercinta. Bila telah dewasa kita belajar tentang kasih sayang dan cinta juga. Tentang betapa besar, betapa luasnya pengertian kasih sayang dan cinta itu. Kita mungkin tak mampu untuk menafsir keseluruhan erti kasih sayang dan cinta itu sampai bila-bila pun, kerana ia terlalu besar maknanya.

Ada waktu-waktunya, kasih sayang dan cinta itu memang sukar untuk dimengerti. Kasih sayang dan cinta itu ada dalam diri setiap daripada kita, namun kadang kala kita biarkan saja ia begitu. kadang kala kita langsung tak menghargainya. Ada waktu pula kita bingung kerananya. Malah, tak kurang ada yang menganggap kasih sayang dan cinta itu tak berharga.
Di atas kasih sayang dan cinta lahirlah bahagia. Ada yang mengatakan kerana kasih sayang dan cinta jugalah yang melahirkan derita. Bagaimanapun sebenarnya kasih sayang dan cinta itu adalah suci. Jika ada diantara kita merasakan ia membawa derita, fikirlah kembali, fikirlah berkali-kali renungkan jauh kedasar hati, muhasabahlah diri. Apa-apapun keburukan dan kekurangan itu adalah sesuatu yang menjadi milik kita sebagai makhluk tidak perfect!

Bahagia itu satu anugerah, namun juga merupakan satu dugaan. Seperti derita, ia juga ‘diberikan’ kepada kita kerana sebab-sebab tertentu. Mahu beri kita petunjuk agar lebih insaf. Mahu kita berfikir bahawa kehidupan didunia ini bukan semata-mata untuk kecap bahagia sepanjang masa secara percuma. Mau kita buka mata dan minda bahwa siapalah kita ini tanpa kasih sayang dan cinta Pencipta yang Maha Agung itu.
Pernakah diantara kita berfikir betapa ‘cacatnya’ sebuah kehidupan tanpa cinta. Pernakah terbayang di mata kita bagaimana kosong, sunyi dan kontangnya jiwa tanpa cinta. Belajarlah tentang kasih sayang dan cinta. Carilah apa yang tersurat di sebaliknya, kerana disitulah terbentang sebuah kehidupan.

Kita sering bicara tentang kasih sayang dan cinta, tapi tak pernah ada uraian apa itu kasih sayang dan cinta. Kita sebenarnya mencari kasih sayang dan cinta yang bagaimana di sepanjang perjalanan kehidupan singkat di alam fana ini??? Sebenarnya, kita tak tahu apa-apa!!!!
Terlalu sedikit yang kita tahu tentang kasih sayang dan cinta. Apapun, kasihilah diri sendiri, sayangilah diri sendiri dan cintailah diri sendiri…..kemudian, belajarlah mengasihi orang lain, belajarlah menyayangi orang lain dan menyintai orang lain. Kerana kasih sayang dan cinta tak ada maknanya jika kita tak menghidupkannya dalam diri kita lalu menebarkannya untuk orang lain juga.
Tak ada sesiapa yang sempurna, makanya kita perlukan orang lain dalam hidup kita. Mengapa??? Kerana untuk melengkapkan salah satu kekurangan dalam diri kita, kita perlukan orang lain. Dalam masa yang sama kekurangan orang lain juga akan lengkap dengan kehadiran kita disisinya. Dengan kasih sayang dan cinta itu, sentiasalah berusaha untuk mencari sesuatu yang paling baik untuk diri sendiri, agar kita menjadi yang terbaik…

Bila lelaki benar2 jatuh cinta dan setia pada kekasihnya dgn ikhlas, perubahan sikapnya amat mengejutkan. Hati lelaki yg dianggap keras selama ini, tiba2 secara semulaj adi menjadi selembut kapas apabila sudah jatuh cinta dgn relanya. Bahkan lelaki yg mabuk cinta sanggup berkorban dan buat apa sahaja utk kekasihnya. Sekeras manapun hati lelaki ia akan mengalirkan air mata apabila hatinya dilukai. Utk melihat lelaki menangis amatlah payah.

Diantara tanda2 lelaki yg jatuh cinta dgn hebat ialah:
  1. Dia bersungguh2 melakukan sesuatu utk kekasihnya dgn rela bukan krn terpaksa.
  2. Dia sentiasa ingin menghiburkan kekasihnya dan berubah menjadi orang yg kuat bercakap.
  3. Dia byk menasihati kekasihnya kerana dia amat menyayangi kekasihnya.
  4. Dia berusaha mengongkong kebebasan kekasihnya krn perasaan cemburunya yg meluap2.
  5. Dia sentiasa takut kehilangan kekasihnya.
  6. Dia sentiasa mengawasi pergerakan kekasihnya krn dia sentiasa berasa curiga.
  7. Dia tidak suka ada lelaki lain rapat dgn kekasihnya.
  8. Dia mudah merasa cemburu dan sensitif apabila kekasihnya tidak menumpukan sepenuh perhatian kepadanya.
  9. Adakalanya dia seperti seorang anak kecil yang meminta perhatian krn dia mahu kekasihnya melayannya lebih dari org lain.
  10. Dia menjadi org yg paling rajin dan sanggup membantu kekasihnya melakukan apa saja.
  11. Dia pandai merajuk hati krn ingin dipujuk oleh kekasihnya.
  12. Dia akan mengalabah apabila kekasihnya berjauhan daripanya terlalu lama.
  13. Dia sentiasa mempastikan keselamatan kekasihnya.
  14. Dia mementingkan kekasihnya daripada dirinya sendiri.
  15. Dia kerap bertanya adakah kekasihnya mencintainya krn dia merasa kasihnya lebih kuat drpd kekasihnya.
  16. Dia tidak akan melayan perempuan lain yg tidak ada urusan penting dengannya.
  17. Dia cuba meluangkan lebih byk masa dgn kekasihnya walaupun terpaksa menunggu kekasihnya dgn sabar.
  18. Dia membanggakan kekasihnya di depan org lain.
  19. Kalau ditinggalkan oleh kekasihnya, ia akan berasa serik dan tidak percaya dgn cinta perempuan lain namun dia sentiasa mengharap kekasihnya kembali kepadanya.
  20. Apabila timbul org ketiga, dia akan hilang akal dan sanggup berbuat apa saja untuk merebut kembali kekasihnya.
  21. Dia menganggap kekasihnya sebagai org yg paling dipercayainya dan sanggup menyerahkan harta walaupun nyawanya sendiri.
  22. Dia tidak akan berlaku curang kepada kekasihnya namun jikalau dia berbuat demikian itu bererti hatinya belum 100 persen mencintai kekasihnya.
  23. Bukan semua lelaki sanggup menitiskan airmata hanya untuk seorang perempuan.
http://dafa.wordpress.com

Menyadari Kesadaran

01:21:00

Seperti yang mungkin Anda sudah bisa sadari dari tulisan-tulisan selama ini, saya sangat terpikat akan fenomena yang disebut kesadaran. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan istilah consciousness dan awareness.


Ada banyak sekali kekacauan dan masalah hidup yang terjadi hanya karena kita tidak menyadari akan sesuatu, bukannya karena kita salah melakukan sesuatu. Misalnya, tahukah bahwa otak Anda sudah memutuskan untuk membaca artikel ini jauh sebelum Anda memutuskan ingin membacanya?

Pada tahun 1965, H.H. Kornhuber dan L. Deeke menemukan bahwa aktifitas otak sudah mendahului sekitar 500 – 1000 milisekon sebelum keputusan diambil. Terobosan studi lainnya dilakukan pada tahun 1980an oleh Benjamin Libet yang mengkonfirmasi bahwa otak manusia sudah mengirim pesan pada otot-otot untuk menekan sebuah tombol sekitar 200 milisekon sebelum seseorang membuat keputusan untuk menekan tombol.

More than 20 years ago the American brain scientist Benjamin Libet found a brain signal, the so-called ‘readiness-potential’ that occurred a fraction of a second before a conscious decision. Many scientists argued that if our decisions are prepared unconsciously by the brain, then our feeling of free will must be an illusion.

Saya tidak akan memusingkan isu Kehendak Bebas karena itu adalah topik bahasan lainnya yang bahkan belum bisa didefinisikan dengan baik oleh para filsuf. Saya hanya ingin menyentil tentang kemungkinan Anda dan saya tidak bertindak sebagaimana yang Anda dan saya pikirkan. Kita termanipulasi oleh ilusi bahwa keinginan kitalah yang memutuskan ingin membeli sesuatu, memakan sesuatu, membaca sesuatu, memberi sesuatu dsb… padahal keputusan itu sudah dibuat jauh sebelum kita menginginkannya.

Pertanyaannya bukanlah apakah Anda melakukan seperti itu atau tidak, karena Anda pasti bersikap seperti itu. Pertanyaannya adalah berapa banyak dari keputusan penting dalam hidup Anda yang diputuskan sesuai dengan fungsi otak fisik saja, bukannya fungsi kesadaran penuh.

Hasil temuan Libet dilanjutkan oleh penelitian John-Dyland Haynes pada tahun 2008. Ia melaporkan dalam publikasi Nature Neuroscience bahwa kini mesin pemindai otak (brain scanner) sudah dapat mendeteksi keputusan seseorang hingga sepuluh detik sebelum orang tersebut sadar akan keputusan yang diambilnya.

There has been a long controversy as to whether subjectively ‘free’ decisions are determined by brain activity ahead of time. We found that the outcome of a decision can be encoded in brain activity of prefrontal and parietal cortex up to 10 seconds before it enters awareness. This delay presumably reflects the operation of a network of high-level control areas that begin to prepare an upcoming decision long before it enters awareness.

Dengan kata lain, kemungkinan besar kita tidak pernah benar-benar memutuskan sesuatu secara intelektual. Otak kita yang membuat keputusan tersebut, bukan pikiran ataupun kesadaran kita. Kita tidak memiliki kebebasan berlogika dan berpikir seperti yang kita duga, melainkan sekedar mengikuti apa yang otak fisik kita sudah programkan. Itu sebabnya Anda kadang pernah kebingungan mengapa bisa terjerumus ke sebuah situasi yang sebenarnya merugikan atau berakibat negatif.

Coba telusuri konflik dan kondisi-kondisi sulit yang sedang Anda jalani sekarang. Apakah Anda bertindak sesuai dengan kesadaran dan pikiran yang sehat, atau hanya mengikuti emosi, insting dan impuls-impuls mentah yang dikalkulasikan oleh otak Anda?

Apakah kita sudah selalu sadar sesadar-sadarnya dalam bertindak, atau cenderung mengijinkan diri dikendarai oleh program tubuh kita? Beranikah kita mengakui bahwa, sesuai studi di atas, kita seringkali bertindak di luar kontrol kesadaran, di luar logika sehat, bahkan menjadi budak gangguan jiwa dan trauma?

Jika berminat lebih jauh, Anda dapat mempelajari solusi selengkapnya dalam kelas FAST Hypnosis, serta bagaimana memiliki program kesadaran yang jauh lebih menguntungkan.

Salam revolusi cinta,
Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/04/menyadari-kesadaran/

Bilamana Membeli Kebahagiaan

00:48:00

Secara Umum, hanya ada dua hal di dunia ini yang bisa membuat orang tersenyum merekah bahagia dengan wajah puas berseri di tengah malam: seks dan midnite sale. Jadi ketika beberapa hari lalu saya dan kekasih berselancar di keramaian sebuah pusat perbelanjaan besar yang sedang mengadakan pesta diskon tengah malam tersebut, memperhatikan keriangan lautan manusia dengan kantong belanjaan warna-warni mereka, saya tidak bisa berhenti berpikir, “Benarkah kita bisa membeli… kebahagiaan?

Dalam blog Unlocked!... saya sudah sekian kalinya menulis dan membaca mengenai sebab-akibat kebahagiaan dan ilusi kebahagiaan, termasuk tentang bagaimana penelitian lebih dari 70 tahun membuktikan bahwa kondisi finansial tidak mampu memberikan kebahagiaan. Hari ini saya akan mengambil satu langkah lebih maju lagi dengan mengungkap bagaimana seni memakai uang dan kekayaan untuk meningkatkan kebahagiaan.

Ya, Anda tidak salah dengar… jika Anda mengerti bagaimana caranya memakai uang secara bijak, maka Anda akan menikmati hidup dengan lebih bahagia. Uang adalah budak yang baik, namun tuan yang buruk. Jadi nafsu untuk memiliki dan membeli-lah yang membuat Anda kehilangan kebahagiaan, karena hal-hal tersebut merongrong jiwa Anda sehingga merasa kurang sempurna (atau dalam arti lain, tidak bisa bahagia dengan diri Anda sendiri).

Psychologists and economist have found that money does matter to your sense of happiness, but it doesn’t matter that much. Beyond the point at which people have enough to comfortably feed, clothe, and house themselves, having more money—even a lot more money—makes them only a little bit happier. Recent other studies have suggested that merely thinking about money makes us more solitary and selfish, and steers us away from the spending that promises to make us happiest.

Jika ingin membeli candu kebahagiaan, pastikan Anda tidak mengeluarkannya untuk konsumsi barang, melainkan untuk konsumsi pengalaman. Mengapa barang dan materi tidak bisa membuat kita merasa bahagia? Alasannya terletak pada salah satu dari sifat syaraf manusia: membiasakan diri (habituation). Ketika sensor kita dihadapkan pada data stimulus yang sama berulang-ulang kali, maka sel-sel tersebut akan jenuh, berhenti beroperasi dan tidak menikmatinya lagi.

Otak manusia awalnya akan memperlakukan jam baru yang Anda miliki sebagai barang mahal yang lux dan memuaskan, namun tunggu saja beberapa lama, otak berangsur-angsur menginterpretasikannya sebagai onggokan besi yang berdetik. Itulah efek biopsikologis yang terjadi pada materi apapun yang kita beli. Dan bukan hanya sel otak kita membiasakan diri terhadap barang-barang tersebut, namun sel-sel itu juga kecanduan untuk mencari barang-barang baru lainnya untuk merasakan sensasi yang serupa. Akibatnya kita selalu dibayang-bayangi rasa takut dan kecewa.

Sebaliknya, konsumsi pengalaman, menurut Drake Bennet dalam tulisannya Happiness: A buyer’s guide, adalah hal-hal yang tidak akan lekang oleh waktu. Sel sensor otak juga tidak akan menjadi bosan dan kehilangan sensasi sekalipun sebuah pengalaman sudah terjadi beberapa minggu, bulan, atau tahun yang lalu. Justru semua memori pengalaman-pengalaman akan bertambah indah dan membahagiakan seiring pertambahan waktu.

Jadi praktisnya, jika Anda ingin meningkatkan kebahagiaan, gunakan uang Anda untuk liburan, makan siang atau makan malam yang sedikit lebih unik atau eksotis, mencoba tempat-tempat aktifitas baru, menyaksikan pertunjukan, dsb. Lebih jauh lagi, Anda akan jauh lebih berbahagia jika membelikan pengalaman-pengalaman tersebut untuk orang lain yang Anda sayangi, bukannya untuk diri sendiri.



Taking a friend to lunch, it turns out, makes us happier than buying a new outfit. Splurging on a vacation makes us happy in a way that splurging on a car may not. So one of the best predictors of happiness is a strong social network; spending money on others is the one thing sure to make us significantly happier. Money makes you most happy if you don’t spend it on yourself. Of course not giving it all away, but just reallocating as little as $5 on a given day can make a difference in happiness.

Kembali lagi ke pemandangan midnite sale beberapa malam yang lalu itu, saya tidak memungkiri mereka terlihat bahagia, sekaligus saya meringis pilu terbayang akan kesendirian, kelelahan dan keterpurukan hubungan mereka dengan orang-orang yang disayangi ketika efek candu itu mereda. Mengutip istilah Michael Eysenck, “a hedonic threadmill.

Saya harap Anda kini bisa lebih bijaksana dalam membeli kebahagiaan. Pastikan Anda sudah terlebih dahulu bahagia sebelum bersusah-susah mengeluarkan uang untuknya. Dan oh ya, tentang kebahagiaan di tengah malam, berdasarkan pengalaman, saya sangat-sangat merekomendasikan Anda untuk menggabungkan kedua hal tersebut sekaligus. Puncak pengalaman yang sensasional… percayalah! ;)

Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/02/membeli-kebahagiaan/

Tanda Tanda Menjelang Ajal

23:55:00

Baginda Rasullullah S.A.W bersabda:

Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai ke lutut.
Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar. Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu.”


Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:

Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibril A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibril A.S.
 
Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibril A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.

Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata:
Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T.”

Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:
Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain.

Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu.
Maka berkata tangan:
Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan.

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata:
Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu.”

Apabila gagal malaikat maut, mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata:
Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir.

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata:
Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud :
“Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu.

Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A:
Roh itu menuju ketujuh tempat :
Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat.



Telah bersabda Rasullullah S.A.W:
Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:
Orang-orang yang mati syahid.
Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
Orang berpuasa di hari Arafah.

Tanda-Tanda Menjelang Ajal,

Tanda 100 Hari Sebelum Meninggal:
Ini adalah tanda pertama dari Tuhan kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Semua orang akan mendapat tanda ini, hanya saja banyak yang tidak menyadarinya. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Ashar, seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut hingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil, contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar….
Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini, maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari Sebelum Meninggal:
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Ashar, bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya diatas arash ALLAH SWT, maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang masa
Akan terjadi malaikat maut ini memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung dan linglung seketika…
Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 Hari Sebelum Meninggal:
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesaktian dimana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan…

Tanda 3 Hari Sebelum Meninggal:
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahgian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri, jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.
Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi…
Telinganya akan layu, bagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam.
Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakan.

Tanda 1 Hari Sebelum Meninggal:
Akan berlaku sesudah Ashar ketika kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ashar keesokan harinya….

Tanda Akhir Hidup:
Akan terjadi keadaan bahwa kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun kepinggang dan seterusnya akan naik ke bagian Halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimat SYAHADAT dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada-Nya yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

http://gila-blog.blogspot.com/2009/02/tanda-tanda-menjelang-ajal.html

dis weekend notes

11:27:00

menyusuri malam dengan seribu mimpi [dr sore ud tdr smp pagi.red],
mencari2 hati yg entah kini ada dimana, 
mengais2 mimpi yang sedang terkoyak... ahhh... apaan sih??? hehehe...
sdikit bersedih sdikit berbahagia,


quotes of the day :
"Sempat Menjadi Pilihan dan kemudian nda terpilih itu rasanya bagaikan luka yang tergarami"


i've been there and i really hope i wont trap on it again...
untuk cinta, 
tolong jangan jadikan aq pilihan,
ambil diri q menjadi satu2nya milikmu,
bukan untuk menjadi pilihan,
tetapi untuk menjadi yg terbaik...

tp ketahuilah cinta, 
bahwasanya aq masih ada dsini,
meski kadang sakit dan sepi,
they say "life is a choice" dan q sangat setuju dengan hal tersebut,
it's a choice for me to stay...
and i give this smile to the air, then i felt a whisper of the wind sweep my face...

believe me, i'll keep dis faith...

Hening malam, langit, bintang dan bulan adalah peraduan q, mereka mampu membuat q lupa akan kesendirian ini, q berharap ditemukan oleh lelaki yang mengerti indah ini.. tersenyum pada rembulan yang memantulkan wajah bumi sedemikian.. seolah q dapat melihat dia yang jauh disana terbentang waktu dan dibelahan bumi yang lain, cinta.. berilah isyarat bilamana kau sedang melihat keindahan seperti yang sekarang tengah q nikmati ini, tersenyumlah pada salah satu bintang dan kirimkanlah untuk q...

Jika q ukir untaian kata cinta disana, pada wajah rembulan yang sedang berpendar penuh itu, akankah engkau membacanya cinta??? untuk kemudian datang menjemput aq disini, bangunkan aq rumah kaca itu agar q dapat terus berperaduan malam dan beratapkan langit sebagaimanamimpi yang q rajut selama ini...


"embun menandai pagi dengan tetes-tetes kesuciannya, membasuh membasahi tiap hidup dan mati yang menemaninya hingga ufuk pagi.. menyisakan sejuk dari dinginnya malam, melantunkan hadirnya surya pengganti bulan dan para bintang.. semua pasti ada kalanya.. pagi menjelang menutup malam"



[pipiholic-nov09]

Memori Otak Rusak Tanpa Disadari

09:22:00




Carolina [source : Detik Health], Lupa menaruh sesuatu atau bingung mau mengerjakan apa adalah ciri berkurangnya kemampuan otak mengolah memori. Peneliti kini semakin yakin faktor utama penyebab kerusakan otak itu adalah stres yang tanpa disadari telah merusak otak.

Hampir sebagian pasien yang datang ke dokter dalam keadaan demikian terdeteksi stres, tapi mereka tidak sadar. Stres yang berlebihan terbukti bisa merusak kemampuan mengingat otak.

Meskipun demikian, peneliti mengatakan stres tetap diperlukan karena tanpa stres, seseorang tidak bisa merasakan apa itu bahagia. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa stres yang berlebihan akan memicu hormon kortisol yang ternyata berpengaruh pada tes memori.

Peneliti dari University of Carolina melakukan studi dan mengatakan bahwa jika seseorang membiarkan stres dalam otaknya selama bertahun-tahun, akan mengalami pengurangan fungsi otak tanpa disadarinya. Sebanyak 100 partisipan yang mengikuti tes memori dalam studi membuktikannya.

Partisipan diberi instruksi untuk mengingat nama orang, benda dan angka oleh peneliti. Dan ternyata hasilnya, mereka yang gagal dalam tes tersebut terdeteksi mengalami stres selama bertahun-tahun. Namun beberapa responden mengaku mereka tidak merasa stres.

Kerusakan fungsi menyimpan memori dalam otak memang terjadi secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, partisipan pun biasanya tidak tahu bahwa mereka sedang mengalami stres.

Tapi kabar baiknya, kerusakan memori pada otak tersebut bersifat reversible dan bisa diperbaiki. Caranya yaitu dengan meningkatkan stimulasi otak sekaligus menurunkan level stres.

Semakin banyak mengingat sesuatu, semakin banyak kapasitas otak untuk menyimpan informasi. Itu karena otak terdiri dari bermiliar-miliar sel saraf atau neuron. Kebanyakan dari sel ini hanya terapung apung di sekitar larutan garam di otak, menunggu untuk distimulasi sehingga bisa meneruskan atau menyimpan data.

"Sel-sel itu harus diaktifkan. Semakin banyak sel tersebut yang dihidupkan, semakin besar kemampuan otak mengolah data," ujar seorang peneliti seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (3/11/2009).

Jadi jangan ragu-ragu untuk melakukan olahraga otak. Mainkanlah sebuah permainan otak. Cobalah mengingat sepuluh jenis kartu permainan, sepuluh benda untuk belanja, atau sepuluh nama orang yang baru dikenal.

Usia Produktif Rawan Gangguan Jiwa

01:43:00


BANDUNG -- Tekanan jiwa yang terlalu berat bisa mengganggu kesehatan fisik seseorang yang disebut psikosomatis, sering terjadi pada usia produktif. Psikiater yang juga Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Jiwa Bandung, dr Riza Putra SpKJ, Senin mengatakan gangguan yang ada biasanya berbentuk tekanan darah tinggi, sulit tidur, sampai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah di Bandung, Senin (6/7).

Dia memaparkan, ketika gangguan kejiwaan sudah sampai pada tahap tersebut, bisa dikatakan orang itu sudah mengalami gangguan kejiwaan tingkat sedang. Pada tingkat rendah, gangguan kejiwaan hanya sebatas depresi dan stres yang tidak berkepanjangan. Sedangkan pada tingkat sedang, gangguan kejiwaan tersebut mulai mengganggu keadaan fisik seseorang.
Penderita penyakit kejiwaan tingkat berat akan kehilangan kontak dengan lingkungannya. Penderita juga tidak lagi bisa nyambung dengan apa yang ada di sekeliling kehidupannya.

Rumah Sakit Jiwa Bandung hanya melayani pasien penderita penyakit kejiwaan tingkat berat untuk rawat inap. Sedangkan untuk tingkatan lain yang lebih rendah, hanya menjalani rawat jalan, dikarenakan penderita gangguan kejiwaan berat diprediksikan dapat membahayakan masyarakat sekitar dan dirinya sendiri.

Dokter Riza menambahkan, saat ini hampir setiap minggu kita menemukan ada percobaan bunuh diri. Hal tersebut pastilah dilakukan seseorang yang menderita gangguan jiwa berat dan biasanya percobaan bunuh diri dilakukan dengan melompat dari tempat tinggi, misalnya dari tower pemancar sinyal ponsel.

Kondisi seperti itu yang dinamakan dengan membahayakan masyarakat dan diri sendiri. Sehingga perlu dirawat inap. Penderita gangguan jiwa berat rata-rata dirawat inap selama 24 hari sebelum dinyatakan pulih.

Tekanan Ekonomi
Gangguan kejiwaan lebih banyak diderita orang dalam usia produktif yaitu pada usia 15-40 tahun, dan biasanya penderita berasal dari golongan ekonomi menengah kebawah. Hal tersebut bisa disimpulkan karena sebagian besar pasien di Rumah Sakit Jiwa Bandung menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkemas).

Jamkesmas adalah program terintegrasi dari sistem jaminan sosial nasional yang bertujuan memberi perlindungan sosial dan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dari keseluruhan pasien penderita gangguan kejiwaan, sekitar 70 persen berasal dari kota dan kabupaten Bandung, serta sekitar 30 persen lainnya berasal dari Cianjur, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Data tersebut disebutkan Direktur Rrmah Sakit Jiwa Bandung dr Baniah Patriawaty MM.

Rumah Sakit Jiwa Bandung tidak menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus di rumah sakit tersebut. Hal itu dikarenakan pasien rumah sakit jiwa yang dirawat inap adalah penderita gangguan jiwa berat. Sedangkan pada Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 1999 tentang pemilihan umum, warga yang mengalami gangguan kejiwaan kehilangan hak pilihnya dalam Pemilu.

Namun untuk pasien yang sudah pulih, biasanya mereka tetap ikut pemilu daerahnya masih-masih dan tergantung apakah nama mereka tercantum di Daftar Pemilih Tetap atau tidak. "Kami sulit untuk mendata DPT tersebut, karena kerjasama dengan KPU juga sangat minim," kata dr Baniah.

By Republika Newsroom

Finally, @ My New Place...

02:52:00

per hr ini per mlm ni q mulai tinggal di tempat nie, belum kerasa apapun, entah nyaman entah nda, dlm hati q bersyukur aja iza kluar dan lepas dr room q yg sbelumnya...
definately, its better, far far  better from my last place...
thanks GOD i am here now...
beberapa hr terakhir bener2 nda mudah, hurry packing, exhausted heart exhausted body and some 'friendship matter about disbelief' almost get me stuck. But thanks GOD i had through it [well, i guess]. I hope...
and i really hope that dis is a right decisions...
beberapa hal yg terjadi memang memberikn pelajaran tersendiri akan hidup, friends-come and go but they're make their own mark on my heart, even some of them was hurt.
and im sure that every single thing must be significant...


Entering My 6th Place

04:18:00

Its shocking enough, i had to make one straight desicions right away, sekali lagi aq harus meninggalkan zona nyaman & aman q, jujur ada rasa berat dlm hati untuk beranjak dr tempat ini, tapi jika terus q telaah aq sama sekali nda punya alasan untuk bertahan disini pula q juga nda punya alasan untuk tidak mengambil tempat baru tersebut... i had to leave...
Dengan semua konsekuensi yg mesti q tanggung, q harap q mengambil keputusan yang baik untuk hal ini, amin.

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter