Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Showing posts with label inspirational. Show all posts
Showing posts with label inspirational. Show all posts

LIHATLAH, dialah SUAMIMU... WAHAI, para ISTERI,

16:30:00


 Pernahkah kau perhatikan lebih jauh tentang sosok perkasa yang ada dirumahmu, yang menjadi separuh nyawamu itu, dan yang menjadi teman seumur hidup bagimu untuk menghabiskan hari?


 Lihatlah dia dalam tidurnya ...

 Tidur nyenyaknya seakan menggambarkan betapa seharian ini beliau begitu lelah guna mencukupi nafkah untukmu. Dia menyingsingkan lengannya dan mengusap keringatnya, demi dirimu untuk sebuah tercukupi. Katup sayu matanya mungkin tengah menahan derasnya air mata dalam tidur, karena jebolnya bendungan hati yang kian tergerus setumpuk masalah hidup. Tapi semua masih tertahan, karena tidak akan tega membiarkan kau dan keluargamu terlunta.


 Lihatlah kaki kuat itu ...

 Allah yang menopang tubuh renta suamimu, yang menjadi penopang ketika harus menyusuri dunia untuk sebuah kebahagiaanmu, wahai wanita. Bahkan seperti yang di sabdakan Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, jikapun memang sesama manusia boleh bersujud, maka di kaki itu, kau harus meletakkan sujudmu dan memasrahkan tanganmu kepadanya.


 Lihatlah gurat garis wajahnya ...

 Kulitnya yang legam dan kasar itu menandakan beratnya perjuangannya. Seakan disana terukir sebuah perjuangan yang begitu melelahkan namun menenangkan seluruh anggota keluargamu. Dengan tanpa keluh walaupun sesekali bimbang dalam melintasi, namun tetep menyediakan pundak yang kuat, dan dada yang lapang demi kau bersandar. Lihatlah gurat wajah lelah itu, yang seakan semakin rapuh dari hari ke hari namun tetap teguh demi sebuah yang bernama tanggung jawab.


 LIHATLAH PARA ISTERI YANG SHOLIHAH, DIALAH SUAMIMU ..

 Lihatlah tangannya ...

 Rasakan tangan berkulit kasar itu yang semakin hari semakin terasa kasar. Tangan itulah yang telah menyelamatkanmu menuju sebuah kehormatan dan menggandengmu pada sebuah perlindungan. Tangan inilah yang terkait dengan hati mereka dimana mereka seumur hidup menghabiskan hari harinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


 Lihatlah mata mereka ...

 Pandangan teduh itulah yang mendamaikanmu. Mengajakmu dengan lindungan dalam kekuatan mereka. Berharap kedamaian menyelimutimu, menghapus sedihmu dan kembali membawa senyum untukmu, wahai para ISTERI.Pandangan teduh itu yang mengoyak arogansi dan kekuatan mereka demi sebuah cinta yang tulus untuk keluarga . Pandangan teduh yang juga begitu lelah.

 Wahai para ISTERI, betapa banyak SUAMI yang tidak dapat memejamkan mata mereka karena beratnya pikiran dan tanggung jawab mereka saat ini. Subhanallah, maka bahagiakan dan alihkan sedikit beban mereka dengan sebuah kesenangan dan kesyukuran karena kehadiranmu. Bahagiakan mereka dengan meminimalisir keluhanmu atas mereka, dan menghadirkan senyum hari- hari mereka.


 Lihatlah ketulusan hati mereka ...

 Seorang lelaki yang dengan penuh pengayoman tulus dan pengabdian penuh, telah menghabiskan jatah umur mereka demi memegang kendali kapal rumah tanggamu. Mereka tak mengharapkan balas kecuali kesetiaanmu. Mereka tak mengharapkan puji kecuali kepandaianmu menjaga anak- anak dan kehormatan diri serta keluarga. Mereka tak mengharapkan pamrih kecuali dengan kebahagiaan, karena terjaganya pendamping yang shalihah di disisinya ..


 *************

 Sungguh para wanita, ridho suamimu adalah kunci surga dunia bagi dirimu dan surga akherat untuk kau dan keluargamu. Maka hargailah ..

 Maka rendahkan suaramu, walaupun mungkin dalam amarahnya yang sempat memuncak. Tak apalah jika mengalahmu bisa menjadi sedikit balasan bagi kelegaan hati mereka. Allah akan tersenyum kepadamu, Allah akan ridho kepadamu, surgapun akan merindukanmu atas semua kebesaran hati dan keluasan jiwamu. ...


 Dan ... sudahkah hari ini kau memanjatkan doa untuk kemudahan jalannya , mengucapkan kata terimakasih untuknya, seraya mencium tangannya dengan penuh cinta ... , berjalan beriringan bersama menuju satu tujuan , Cinta Allah Azza Wa Jalla ...


*ps. imagining zf*
#tepokjidatkeras2, dia dah nda milih km fre !!!

- stuck -

14:38:00


Stuck !!! 
segala hal terasa seperti jalan ditempat, diam, terhenti, seperti kendaraan ditengan riuh kepadatan, mobil / motor yang tengah mogok di jalan [apalagi jalan raya], ketika komunikasi terhalang koneksi, selayak jaringan modem yang sedang maintenance, ketika ide ide di kepala terhenti - blank, saat proses menuju sesuatu sedang buntu, tidak ada jalan keluar [bukan tidak ada, tetapi faktor 'blank' tadi membuat jadi tempak seperti itu]. 
Stuck !!! 
tidak dapat bergerak kemana mana. Mulai stress, frustasi, resah, gelisah, mengalir masuk ke dalam jiwa, merasuk kedalam tulang tulang, ngilu, nyeri. Hati memanas semakin terasa gerah dan tersentak terperangkap, jiwa yang lelah ingin menyerah.

Daripada menyesali hal-hal yang q butuhkan atau q harapkan untuk berjalan kembali tetapi nyatanya tak kunjung bergerak, atau menyumpahi keadaan, kecerobohan, kebodohan dan kelalaian yang telah menimbulkan stuck tersebut, lebih baik aq diam sejenak, mengingat lagi, menggali pelan dengan satu pertanyaan :
Ada yang terlupakan kah ? 

Ya, aq lupa dimana letak senyum, aq lupa bagaimana bernafas panjang dan menghelanya hingga tenang, aq lupa dimana q simpan asa, dan aq lupa untuk menyadari bahwa aq belum bersyukur untuk hari ini.

Mungkin selama ini q telah bergerak terlalu laju, sehingga tidak sempat lagi mendongak menikmati kerlipan bintang di langit malam dan menikmati semilir dingin yang menenangkan, atau tersenyum kepada matahari pagi bersama embun embun yang menyejukkan dan memberi kehidupan, mengulurkan tangan kepada jiwa jiwa pun raga yang merindukan sapaan q. Dan juga, aq lupa menyapa jiwa q sendiri yang kering karena kerutinan. Mungkin hati q telah terlalu penuh dengan ambisi dan keinginan-keinginan duniawi, sesak dengan tekanan dan ambisi dari sekitar q, mungkin inilah saatnya, membersihkan nurani, memurnikan motivasi, menyadari makna religi, menyentuh kembali hati yang sesungguhnya tak pernah sepi, hanya jarang mendapat apresiasi.
Stuck !!!
memang menyebalkan, tidak ada ide, terhenti tidak ada kelanjutan, harapan menggantung, kepastian melayang. Menjadikan bahtera hidup terhenti, dan semua aspirasi seakan mati. Tapi mungkin itulah saat yang tepat untuk kembali, sedikit memutar haluan dan meluruskan kemudi, mengistirahatkan kendali, dan menyelaraskan diri dengan kehendak Ilahi, supaya kita sungguh sampai ke tujuan kita yang hakiki.

[Renungan] Ibu Baca Ini Dulu Sebelum Kau Aborsi Aq

16:31:00

Melihat laporan jurnal kesehatan beberapa waktu lalu menyebutkan angka aborsi yang sangat tinggi dan memprihatinkan kita semua, dikutip ruanghati.com dari kantor berita Antara, angka aborsi tahun lalu pertahunnya mencapai hingga 2,5 kasus. Bayangkan 2,5 juta bakal manusia di hilangkan nyawanya, kesempatannya untuk menghirup udara segar menjadi manusia seutuhnya. Mengenaskan karena justru orang tua merkalah yang tidak menginginkan kehadiran buah hati mungil tersebut.

Mereka berhak untuk hidup, kenapa kau hilangkan haknya

Mereka berhak untuk hidup, kenapa kau hilangkan haknya
Lihat jutaan pasangan yang lama tidak dikaruniakan keturunan sangat merindukan buah hati hadir disisi mereka, disisi lain justru mereka yang oleh Tuhan dikaruniakan keturunan tega mematikan dan membunuh darah dagingnya sendiri. Semoga kita terhindar dari kekejian ini.
Wahai para ibu coba kau renungkan suara merdu nan polos dari dalam perutmu, mereka bersuara menyampaikan pesan ini untukmu, dengarkanlah ungkapan buah hatimu ini, darah dagingmu ini bunda tersayang, senandung mereka disuarakan waktu ke waktu,mari bunda kita renungkan.
di bulan pertama
Wahai Bunda, Aku memang hanya 3/4 inci saja panjangnya,tp aku sdh punya seluruh organ tubuh.
Aku suka suaramu.
Setiap kali aku mendengarnya,aku pasti menggerakkan tangan dan kakiku.
Suara detak jantungmu adalah lagu kesukaanku.
di bulan kedua
Duhai Ibuku tersayang, Hari ini aku belajar mengisap jariku, bila kamu bisa melihatku, Ibu pasti tau kalau aku adalah bayimu.
Aku memang blm cukup besar utk hidup diluar. Betapa nyaman dan hangat didalam sini, ibu.
di bulan ketiga
Tahukah bunda tentang nanda, aku anak laki2. Aku harap ibu bahagia karenanya.Aku selalu berharap ibu selalu bahagia.
Karena bila kamu sedih, akupun ikut sedih, dan akupun ikut menangis walaupun ibu tdk bisa mendengarnya.
di bulan keempat
Bundaku tersayang, rambutku mulai tumbuh, memang masih pendek dan halus tp akan tumbuh banyak sekali.
Aku telah berlatih lama sekali, sehingga aku bisa menengok, melipat dan meregangkan kaki dan tangan2ku. Aku menjadi ahli dalam hal2 itu.
di bulan kelima
Bundaku tercinta,kamu pergi ke dokter hari ini.
Tp ma, dia bohong kepadamu.Dia bilang kalau aku tidak ada.
TAPI AKU ADA!!!!!
MA.. DENGARLAH AKU, AKU BAYIMU!!
Mommy, apa itu ABORSI???
di bulan keenam
Aku bisa mendengar dokter itu lagi.
Aku tidak suka dia.Dia sangat tidak berperasaan.
Sesuatu datang mengancam rumahku.
Dokter2 itu bilang itu jarum.
Mommy apa itu??? TOLONG, AKU TERBAKAR!!
TOLONG HENTIKAN DIA!!
AKU TIDAK BiSA MELAWANNYA!!
MOMMY!! TOLOOOOONG!!!!!
di bulan ketujuh
Wahai bunda terkasih, aku baik2 saja.
Aku sudah bersama TUHAN, DIA MEMEGANG TANGANKU.
Dan dia telah memberitahuku apa itu aborsi..
Mengapa kamu tidak menginginkanku, Mommy?????
Tahukah kau Ibundaku apa yang terjadi
Satu jantung LAGI yg berhenti berdetak
Dua mata yg tidak dapat lagi melihat dunia
Dua tangan lagi yg TIDAK AKAN pernah memegang
Dua kaki LAGI yg tidak akan pernah bisa berlari dan berjalan
Satu mulut LAGI yg tidak akan pernah bisa berbicara
Pikirkanlah sebelum kau bertindak
dari anandamu yang mengasihimu

[Renungan] Kasih Ibu - Untuk Hari Ibu

16:26:00


Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Kasih sayang ibu yang secara rutin kita dapatkan tak sadar sering kita lupakan
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai. “Tidak apa-apa, aku hanya terharu” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

Sumber cerita: motivation-live.blogspot.com

Pesan :
Segala sesuatu kan terasa bila kita sudah tak bersamanya, bila ia hilang dari keseharian kita, kala kita masih berkumpul bersama sering kita tak bisa merasakan sebuah kebaikan bahkan pengorbanan, seolah menjadi sesuatu yang biasa dan lumrah

[Renungan Hidup] Arti Empat Isteri dan Bekal Kematian

16:16:00

Tersebutlah pada suatu ketika ada seseorang pria yang memiliki 4 isteri
Isteri pertamanya adalah tipe yang setia
Isteri keduanya adalah tipe yang sabar dan pengertian
Isteri ketiganya adalah tipe yang selalu bisa dibanggakan olehnya
Isteri keempatnya adalah tipe yang menyenangkan dan paling cantik

Poligami

Kepada isteri keempat, dia selalu memberinya banyak harta dan kesenangan.
Kepada isteri ketiga, dia selalu berusaha memperkenalkannya dengan semua kenalannya.
Kepada isteri kedua, dia selalu meminta pendapatnya karena selalu dapat menolongnya bila ada suatu masalah yang tidak bisa dia hadapi sendirian. Kepada isteri pertamanya, dia malah sering melupakannya dan melalaikannya, padahal isterinya yang pertama ini begitu sayang kepadanya.
Sampailah pada masa yang ditetapkan, pria itu mengalami sakit dan merasakan bahwa umurnya tak panjang lagi.
Dipanggillah keempat isterinya yang telah melewati hidup bersamanya selama ini. Dia merasa takut bila nanti kehilangan semua isterinya, karena itu dia bermaksud menanyakan kepada semua isterinya, apakah mereka semua mau menemaninya meninggalkan dunia ini karena dia merasa tak sanggup bila harus pergi meninggalkan dunia ini sendirian.
Kemudian pria itu mulai bertanya dari isteri keempatnya, “Wahai isteriku, engkau selalu kuberikan banyak harta dan kesenangan, maukah engkau menemaniku  meninggalkan dunia ini?”
Isteri keempatnya langsung menjawab, “Tentu saja tidak, takkan kutinggalkan dunia ini hanya untuk menemanimu.”
Pria itu merasa sangat sedih akan perlakuan yang diterimanya dari isteri keempatnya.
kemudian pria itu mulai bertanya lagi kepada isteri ketiganya, “Wahai isteriku, engkau selalu kubanggakan kepada semuanya, maukah engkau menemaniku meninggalkan dunia ini?”
Isteri ketiganya langsung menjawab, “Tentu saja tidak, karena disini banyak yang mau menerimaku dan aku akan segera menikah lagi segera setelah engkau pergi.”
Pria itu terpukul akan jawaban yang diterimanya dari isteri ketiganya.
kemudian pria itu mulai bertanya lagi kepada isteri keduanya, “Wahai isteriku, engkau selalu kudatangi bila ada masalah yang tak bisa kuhadapi sendirian, maukah engkau menemaniku meninggalkan dunia ini?”
Isteri keduanya menjawab, “Maafkan aku, aku tak bisa menolongmu untuk masalah yang ini. Aku hanya bisa mengantarmu sampai ke liang lahat. Segera setelah engkau pergi, aku akan membuatkan makam yang indah untukmu untuk dapat aku datangi nanti.”
Pria itu langsung putus asa akan jawaban yang diterimanya dari isteri keduanya.
Kemudian dia mendengar isteri pertamanya berkata, “Aku akan menemanimu, ikut kemanapun engkau pergi. Aku takkan pernah meninggalkanmu, karena aku begitu sayang kepadamu dan aku tahu engkau selalu membutuhkanku, tak berdaya tanpa adanya diriku.”  Pria itu menoleh dan melihat kepada isteri pertamanya, tampak kurus dan tak bersinar, seperti orang yang tak terurus. Pria itu menyesali dirinya dan berkata,
“Seandainya aku selalu merawatmu disaat masih ada waktuku dahulu, takkan kubiarkan engkau menemaniku dalam keadaan seperti ini. Aku menyesal dan baru menyadari bahwa engkaulah yang benar-benar menyayangiku dan tak pernah meninggalkanku.”

Hikmah :
Sesungguhnya dalam diri kita akan ada empat isteri.
Isteri keempat ialah tubuh kita. Walau banyak waktu dan materi yang kita lakukan untuk merawatnya, saat tiba masanya kita meninggalkannya, takkan kita bawa saat menghadap Allah SWT.

Apa yang sudah kita siapkan untuk bekal nanti

Apa yang sudah kita siapkan untuk bekal nanti
Isteri ketiga ialah status sosial dan kekayaan kita. Walau kita begitu bangga dan sayang kepadanya, segera setelah kita meninggalkannya, semuanya akan berpindah dari diri kita ke orang lain.
Isteri kedua ialah keluarga, kerabat dan teman kita. Walau kita selalu dekat kepada mereka, mereka takkan bisa bersama kita tuk selamanya. Hanya sampai liang lahat mereka dapat mengantar kita.
Dan isteri pertama ialah jiwa dan amal ibadah kita, yang kadang terlupakan oleh kita, jarang kita jaga. Padahal inilah yang akan selalu menemani kita baik
dalam hidup maupun setelah kita meninggalkan dunia yang fana ini. Hanya jiwa yang kaya iman, islam dan ihsan serta amal ibadah yang akan selalu menolong kita  baik didunia maupun di akhirat kelak.

Sumber : http://ruanghati.com/2010/08/22/renungan-hidup-arti-empat-isteri-dan-bekal-kematian/

Rendah Diri, Rendah Hati atau Direndahkan?

15:53:00


“Jangan pernah merendahkan dirimu, sekalipun orang-orang merendahkanmu.” 

Sepenggal kata-kata yang pernah saya dengar dan tetap saya simpan sebagai bekal dalam melangkah menyusuri jalan kehidupan yang tidak menentu ini.
Jalan kehidupan yang kadang keras, kadang lembut, kadang lancar kadang tersendat, membutuhkan kesabaran sampai ketidaksabaran pun datang menerpa kita semua. Rendah diri tidak sama dengan rendah hati, juga tidak sama dengan direndahkan derajat atau harga diri ini.

Rendah diri membuat seseorang berasa minder dan tidak memiliki keyakinan pada dirinya sendiri, membuat segalanya berantakan karena tidak berani tampil kepermukaan. hasilnya orang yang minder tidak bisa maju ke depan, tetapi selalu berada di belakang orang yang terdekatnya. selalu bersembunyi di balik orang lain dan tidak bisa menampilkan jati dirinya. Orang seperti ini bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan atau keahlian, justru banyak diantara orang yang rendah diri memiliki bakat yang terpendam, hanya saja tidak ada kesempatan untuk ditampilkan. Rendah hati, sangat penting dan membutuhkan sebuah kebijaksanaan untuk menjadi orang yang rendah hati, tiada sombong mudah disokong dan bersahabat dengan siapa saja, ramah dan bersikap terbuka kepada siapapun yang datang kepadanya.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Rendah hati tidak berarti rendah derajatnya. justru sebaliknya orang-orang yang mulia kebanyakan memiliki sifat rendah hati. semakin tinggi kedudukannya semakin besar jiwanya, dan tidak sombong.
Sebaliknya bila direndahkan dan diinjak-injak harga diri ini, sudah sebaiknya berpikir dengan positif. Bila memang kita memiliki harga diri, berapakah harganya? ternyata tidak ada ukuran apapun untuk menilai harga diri seseorang. Harga diri sesungguhnya hanya EGO saja. EGOSENTRIS seseorang yang merasa perlu dihargai, merasa perlu ditinggikan dan di hormati. sesunguhnya sampai dimana ke”EGO”an itu menjadi-jadi? biasa di kenal juga sebagai ke”AKU”an. Bila kita mampu menaklukan si ‘EGO’ atau si ‘AKU’ itulah baru dikatakan mereka yang berhati mulia yang nilainya luar biasa tidak ada sesuatu yang dapat menghargainya.

Siapa yang merendahkan maka ia akan direndahkan, hukum sebab akibat yang umum. Tetapi selama kita mampu bertahan dalam “kerendahan” itu sendiri dan dapat bangkit untuk melayani semua tanpa pamrih, maka Ia sudah belajar ilmu “TANAH”.

Tanah yang selalu diinjak-injak, selalu menampung dan menerima apa pun yang diberikan olehnya, diludahi, disiram apapun, dilindas apapun, dibebani sampai dipancang oleh tiang pancang sekalipun, Ia tetap menerima dan selalu memberikan yang terindah bagi semuanya.


Seseorang yang cakap namun rendah hati seperti perhiasan yang nilainya sama dengan sebuah kerajaan
~ William Penn ~

Pohon yang tumbur subur, rumput yang menghijau, buah-buah yang ranum dan bunga-bunga yang mekar setiap harinya karena TANAH yang memberikan semuanya tetap tumbuh subur. Bumi tidak marah tetapi memberikan yang terindah untuk semuanya. Tetapi tetap harus hati-hati suatu saat bisa juga terjadi ‘gempa bumi’ atau ‘tanah longsor’.
Semua orang dilahirkan dengan derajat yang berbeda, itu bukan kehendaknya, karena mengikuti orang tua yang melahirkannya.
Tetapi derajat bukan ukuran sesoerang mampu atau tidak mampu untuk menjadi sukses dan berhasil. Derajat juga bukan berarti menjadi penghalang seseorang untuk berubah dan mengubah keadaan dan kondisi hidupnya. Karena tidak ada ukuran yang tepat juga untuk menilai seseorang karena derajatnya. Mereka yang meningkatkan pengetahuan, kerja keras, kesabaran dan kebijaksanaan dirinya sudah tentu akan mengangkat derajat dirinya, derajat keluarganya dan orang tuanya. Seseorang yang berhasil dan bermanfaat bagi banyak orang dan bagi negaranya sudah pasti akan dikenang banyak orang. tentu saja banyak pengorbanan dan perjuangan yang dilakukannya.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Marilah kita meningkatkan kualitas diri untuk menjaga kejernihan hati agar memiliki kerendahan hati dan tidak menjadi orang yang rendah diri, meningkatkan jati diri dan eksistensi diri agar memiliki kualitas hati sehingga tidak mungkin ada yang merendahkan, malah mungkin dapat meningkatkan derajat hidup orang banyak.

sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/rendah-diri-rendah-hati-atau-direndahkan/10150098264021042

Fear = Ketakutan [perlukah???]

15:40:00

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sesungguhnya setiap manusia memiliki ketakutan, dan kadang bentuk ketakutan itu ada yang beralasan dan yang tidak beralasan. Banyak sekali orang yang hidup dihantui ketakutan itu sendiri. Bila kita bisa melihat kenyataan dan bentuk-bentuk ketakutan dari cari berpikir kita, ada kalanya kita akan tertawa, ataupun menangis. ada halnya ketakutan itu tidak menjadi kenyataan, karena kenyataan yang terjadi malah sebaliknya tidak seperti apa yang kita bayangkan inilah yang menyebabkan kita masih bisa tertawa. dan hebatnya pikiran kita telah menghabiskan banyak energi untuk merekayasa hal-hal yang belum terjadi.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ada juga mereka yang karena ketakutan yang luar biasa itu akhirnya menjadikan dirinya penuh dengan kesedihan dan ratap tangis. dan sudah pasti kenyataan yang terjadi yah sudah dapat ditebak penuh dengan air mata dan dunia yang kelam. Ketakutan yang sudah menghantui dan membayang-bayangi kita inilah menyebabkan kondisi-kondisi baru tercipta sehingga apa yang kita takutkan segera terjadi. bahkan tanpa disadari kita sudah menciptakan penderitaan baru sendiri dari apa yang seharusnya terjadi.

Jadi gimana dong untuk mengatasi ketakutan kita? cukup satu kata: “realistislah!” siap menerima apa yang menjadi bagian dari hidup kita, siap belajar apa yang harus di rubah dari pola pikir kita, siap menjalani kenyataan hidup dengan sukha dan dukhanya, hidup saat ini, jangan habiskan pikiran kita untuk memikirkan yang belum terjadi di depan. masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk saat ini dan masa depan. tetapi jangan biarkan bayang-bayang gelap masa lalu menghantui kita, dan masa depan ditentukan dari USAHA saat ini, masa depan akan menjadi indah bila kita mengisinya dengan keindahan tetapi akan menjadi buram bila kita tdiak mengerti menjalankan hidup ini.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Segala yang terjadi biarlah terjadi yang belum terjadi tidak perlu ditakutkan. bila ada rasa takut itu hal yang wajar tetapi tidak perlu hidup dalam ketakutan. hiduplah realistis. Sebarkan cinta ke penjuru dunia, maka dunia akan mencintaimu."




Freena Wrotes :
Ya semua itu benar, tapi nda dapat q pungkiri bahwa bagi q sekarang ketakutan terbesar q adalah tidak lagi iza bersama dengan my Z, sudah cukup atas semua lalu yang q alami, q ingin hanya dia..

Bagi Yang Mencari Kesempurnaan & Kebahagiaan

20:43:00

Mencari Kesempurnaan [Kisah]

Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.

"Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?" tanya yang seorang
kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.

"Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna.
Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang. Dulu sih di Bandung
aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian
aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun
ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya,
dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ"
"Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan
dermawan. Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah
wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak
tingkah dan tidak bertanggung jawab
"Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan
kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu
hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia
demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir
inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku" jelasnya panjang dan lebar.

"Lantas?" sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, "Apa yang
terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,
"Baru belakangan aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna


Kebahagiaan

          Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia
dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus...
Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan  berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.

Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya
memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknya...
Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Justru sahabat sejati menjadi semakin jauh.. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya..

Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda..  
Tidak ada yang memiliki arti yang sama persis punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain..
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri
jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati. Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima manusia lain..
Percaya kepada Tuhan. Bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusiaNya butuhkan, tidak harus saat ini, masih ada esok hari.

Memelihara Persahabatan

20:16:00

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. 
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka-duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan [menyimpan rahasia yang fatal]
3. Hilangnya kepercayaan satu sama lain
4. Perubahan perasaan [jika persahabatan antar lawan jenis]
5. Ketidaksetiaan dan atau pengkhianatan

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita**

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
~ Siapa yang berada di samping anda??
~ Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??
~ Siapa yang menjadi tameng untuk urusan rahasia Anda, diwaktu ada masalah dengan keluarga anda??
~ Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ??
Merekalah sahabat2 anda.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Cobalah berpikir seperti ini :


Sahabat adalah Hadiah
[Friends is a gift]

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan. Semuanya sangatlah bervariatif.


Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika
berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam,
saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar
dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada
dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena
justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti
disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau
berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka
luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka
berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua itu tetap lah hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan, orang bilang Dont judge the book by its cover. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

******************
****

Menulis Diatas Pasir

14:18:00


Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menampar Pipiku Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya.Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu, Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menyelamatkan Nyawaku Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya,Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu? Temannya sambil tersenyum menjawab,Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu. Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Marilah kita belajar menulis diatas pasir

sumber :http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com

Jangan Pernah Lepaskan Cinta

16:07:00

Jangan Lepaskan Cinta  
Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang
wanita. Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah
saya dapatkan dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah
keluarga pekerja keras. Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil.
Sejak kecil, saya lebih dekat dengan Papa, hal itu membuat saya
menjadi seperti seorang laki-laki.Bukan dalam penampilan, tapi dari
cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan
saya pun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja keras
dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan
dalam hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala
dan suka berganti pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya
mempunyai jiwa petualang layaknya seorang laki-laki mungkin karena
dekat dengan Papa saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian
menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal
saya. Saya melihat banyak kekurangan dari nya karena dia tidak
seperti layaknya laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal.
Tapi ada hal yang menarik dari nya dan saya pun tidak tahu itu apa,
yang membuat saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun
berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.
Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain.
Mungkin calon suami saya tersebut malu karena dia tidak
memiliki banyak hal seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan
sombong seakan-akan dialah orang yang paling pintar diantara kami
berdua. Kami pun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar
sehingga kami pun berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang
terjadi kemudian adalah kami menjadi putus dan sambung berulang kali.
Saya pun lelah dan menjadi sangat membenci dia lalu memutuskan untuk
meninggalkannya. Lagipula keluarga Saya tidak menyukainya karena
dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami miliki.

Saya pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya
mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya
tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami
saya tsb. Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang
berlalu dalam kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan saya pun bertemu dengannya lagi di
suatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama.
Saya pun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat
rasa benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kami pun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya
melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita
tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan
kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kami pun
bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah
padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya
melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat
lagi keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya,
yang saya rasakan kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan
tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya
menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini saya
rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya
memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa
dia sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa dia
sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, saya pun menangis dan menyesali semua
kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena
saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika
dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci
dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau berubah
seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat dia
sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang
dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah
seperti kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Saya pun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat
begitu banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya.
Saya tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya
dalam hidup saya.

Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak
mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah membuat hidup saya
seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu sangat tinggi
sehingga menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai tidak bisa di
dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman tetapi penuh
keriangan.Calon suami saya bukan seperti pria lainnya.Dia mengajar
saya melihat dengan cara yang berbeda.Kejujuran dia kadang menyakitkan
hati saya, tapi itulah yang membuat saya mencintai dia, karena
dia mau mencintai saya dengan cara yang berbeda dengan pria lain.

Dia ingin agar saya menjadi lebih baik. Dan saya pun melihat bahwa dia
sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang tahu apa yang diinginkan
dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya. Saya memutuskan
mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia.

Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia
dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena
saya telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini dan ketika saya
memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta masih berpihak
pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya lakukan dalam
hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama
dari keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya
tidak mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya
mendapatkan satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat
diberikan oleh kehidupan yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun.
Saya mempunyai keluarga dan anak-anak yang membuat saya bisa ketawa
dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan marah, tapi itulah
kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, saya pun menyadari bahwa saya memang diambil
dari tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk
paling sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling
tegar tapi juga paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian
besar perancang busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll
adalah pria. Mereka, kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di
depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita yang dicintainya tapi
hatinya tetap sensitif melebihi wanita. Saya selalu mengutamakan
kepentingan suami dan anak-anak saya.
Saya mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi.

Ketika saya mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya
memperoleh lebih dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan
seorang suami yang selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami
yang mau mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring
bersama dan memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya
di kala gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil
masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan,sampai masalah
besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya
daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami
diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar
karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau
menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan
saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan
diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu
tidak ada artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami
saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa
anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari.Ketika
saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan
selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan
membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung
berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik
kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang terjadi kami
tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi
kami mengikatkan diri dalam cinta kami.Saya dapat bertengkar
dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami lebih besar
dari keegoisan kami masing-masing.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal
yang sederhana. Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan
berhasil meraih karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri
dengan alasan apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup
berpasangan. Karena setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling
berbagi. Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh
melebihi mengurus perusahaan-perusahaan, karena tidak ada struktur
organisasi, SOP, manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda
yang tidak mau menurut perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat
dia atau pun ketika anda sedang capek dan tiba-tiba suami anda bertanya
dimana kaos dalam di taruh dan anda tidak bisa menggantung di pintu anda
tulisan "Jangan Diganggu, Lagi Sibuk" karena anda satu kamar dengan
dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget hanya karena tembok
anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa mengeluarkan Surat
Peringatan. Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan
keluarga anda dan mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah
anda akan menjadi wanita yang berhasil.

Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia ini yang hidup
sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga yang baik,
karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda
akan menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria.
Bahkan saya berbagi cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan
semua hal yang terbaik dalam dirinya. Saya tetap seorang isteri
yang menyiapkan pakaian suami saya, menyiapkan makan di rumah saya dan
segala sesuatu dalam rumah tangga saya. Dan jika saya harus memilih,
maka saya memilih keluarga saya dibanding dengan karir saya yang
terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan
hidup anda, berjuang lah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.
Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau
orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda
akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih
indah.Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu
menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada
pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup
menghitung kebaikan,tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda,
dan itulah cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah
tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak
dan menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan
merasa bahagia tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau
tetap teguh dengan cinta anda.

Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah
menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita
baru menyadari sesuatu itu begitu berharga ketika kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar
Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika
bahkan di dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai
seorang isteri dan ibu yang bahagia karena untuk itulah Allah
menciptakan saya di dunia ini.

--Wanita Biasa--
[anonymous]

Reflections

18:42:00

7 alasan mencela diri
[source : anonymous]

* pertama kali ketika merasa lemah padahal seharusnya iza kuat
* kedua kali ketika berjalan terpincang2 dihadapan seseorang yg lumpuh
* ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit & mudah malah memilih yang mudah
* keempat kali ketika melakukan kesalahan & menghibur diri sendiri dengan berkata bahwa semua orang juga melakukan kesalahan
* kelima kali ketika menghindar karena takut & mengatakannya sebagai suatu kesabaran
* keenam kali ketika mengejek sebentuk wajah buruk, padahal tau bahwa wajah itu adalah salah satu topeng yg sering dikenakan
* yang terakhir adalah ketika menyanyikan lagu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang bermanfaat


Mengapa Wanita Selalu Penuh Drama

03:10:00



Judul di atas bisa jadi pertanyaan nomor satu bagi semua pria di dunia, terutama mereka yang sudah menjalani hubungan romansa. Tanyakan pada kaum wanita, mereka akan menjawab, “Drama? Drama?! Tolong deh.. Kenapa sih elo selalu ngejudge orang? Dari kecil gue udah capek diperlakuin begitu sama orangtua, temen-temen sekolah, kuliah, trus kantoran. Laki-laki ngepet, brengsek, asal ngomong aja apa yang ada di pikirannya. Orang kayak elo tuh yang bikin kaum perempuan ditindas cuma bisa jadi babu doang, ngga boleh nunjukin emansipasinya. Ih jijik gue, sumpah keterlaluan banget. Denger baik-baik nih ya, gue paling anti ama drama!!!” Hmmm… :D

Drama bisa dimunculkan dalam bentuk berpura-pura tenang tapi sikap menunjukkan sebaliknya, membesar-besarkan masalah, mengungkit kesalahan-kesalahan yang sudah lewat, menyambung-nyambungkan situasi atau fakta, dan yang paling rumit adalah mengalah dengan sengaja agar pihak lain merasa bersalah (atau biasa dikenal dengan istilah Blame Game, dibahas secara lengkap dalam entri lain).

Jika mau super lengkap, ada banyak sekali penjelasan mengapa wanita memiliki hobi bermain hal-hal tersebut. Namun karena saya punya batas 90 detik, berikut adalah beberapa yang paling signifikan:

1. Drama membuat mereka merasa penting. Coba ingat baik-baik sejarah setiap dramatisasi konflik yang terjadi dalam romansa Anda. Biasanya bisa ditelusuri pada perilaku Anda yang seolah-olah tidak lagi membuatnya merasa menjadi bagian penting -kalau bukan yang terpenting- dalam hidup Anda. Yang dia ungkit mungkin perilaku seperti telat jemput, jarang kasih kabar, tidak bisa ambil hati orangtuanya, atau mendadak beritahu ada undangan resepsi (klasik, ahahaha!).. namun perilaku itu sendiri tidak sebegitu penting dibandingkan pesan yang dia tangkap di dalam hati, “Dia melakukan X, Y, Z itu pasti karena aku sudah tidak penting lagi.”

2. Drama membuatnya terlalu sibuk mengamati hidup orang lain agar tidak punya waktu mengamati kesalahan dan kelemahan diri sendiri. Dalam pelatihan, saya selalu menegaskan pembelajaran ini berulang-ulang, “A woman’s problem is her insecurity, while a man’s is his immaturity.” Jadi untuk dapat menciptakan ilusi seolah-olah aman (secure) dan tidak bermasalah, ia menuding-nuding perilaku ketidakdewasaan sang pasangan dan membicarakan panjang lebar dengan teman-temannya. Kekuatan misdireksi. Siapa bilang wanita tidak bisa jadi pesulap? :D

3. Drama merupakan mekanisme pertahanan ketika sudah terpojok. Ini mungkin stereotip dangkal, namun semakin lama berada dalam sebuah hubungan romansa, kemampuan problem-solving seorang wanita semakin menurun dibandingkan sebelum era hubungan tersebut. Istilah pendeknya, manja. Jadi ketika ia merasa terpojok kebingungan menghadapi sesuatu, daripada duduk diam merasa bodoh karena tidak bisa memikirkan solusi, ia mengalihkan energinya dalam sebuah pelampiasan drama emosional yang meledak-ledak, dengan harapan orang lain bersedia memperbaiki keadaan untuknya.

4. Terakhir, drama merupakan kesempatan baginya untuk menguji sang pasangan. Saya tidak akan membahas panjang tentang poin ini kecuali mengutip lagi satu baris favorit saya dalam workshop, “If they’re giving you hell, you should be proud cos they’re doing their job well!” Ketika Anda bisa merespon dengan menunjukkan kualitas sebagai pria yang stabil dan kuat, barulah mereka merasa memiliki area nyaman untuk bersandar dan mempercayakan seluruh hidup pada Anda.

Ribuan tahun yang lalu, dikenal seorang wanita yang memulai kebiasaan drama ini. Ketika sadar baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, dia buru-buru memanggil sang kekasih, membujuk dan melibatkannya dalam kekacauan tersebut. Drama tersebut berhasil. Wanita itu bernama Hawa.

Do yourself a favor: Jika Anda adalah pria, jangan bahas tentang tulisan hari ini kepada pasangan Anda. Hayati saja dalam hati dan telan pil pahit ini diam-diam; rasanya tidak enak, tapi setidaknya Anda kini mengerti mengapa dia melakukan apa yang selama ini dia lakukan.

Sementara jika Anda adalah wanita, ceritakan pada pasangan Anda bagaimana Anda belajar sesuatu dari tulisan ini. Jangan lupa siapkan air hangat dan tisu karena dia akan tersedak-sedak dan meneteskan air mata dengan penuh haru. :D

Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/08/23/mengapa-wanita-selalu-penuh-drama/

Gusti Allah SWT Nda Tidur, Every Single Things Must Be Significant, Rite ?!

02:49:00

Tuhan hadirkan banyak hikmah dalam setiap hari yang kita lewati.

Pertemuan yang menyenangkan dengan banyak teman, orang-orang baik yang membangkitkan semangat, yang banyak sekali hal bisa kita tiru dari mereka-mereka. Atau kejadian kejadian yang menghibur dan mewarna halaman-halaman sejarah kita. Atau penghargaan yang membubungkan kita ke angkasa yang bertingkat-tingkat itu.
Menarik benar, menyadari betapa Tuhan dengan sangat bijaksananya mempergulirkan malam setelah siang benderang kita, mempersempit ruang setelah lapang kita, menelusupkan lelah setelah kuat menggelegarnya kita, mensenyapkan sunyi setelah hiruk pikuk kita.
Hari-hari selalu dibimbingnya dengan maha indah untuk mengajarkan kita arti tunduk dalam, arti syukur yang lapang, yang ikhlas, yang menerima benar atas segala naik turunnya cerita-cerita kita.
Kita ini sudah terlampau sering menangis dan ciut, bersembunyi dibalik rerimbun belukar, kita kutuk-kutuk gelap hari padahal Tuhan bimbing kita untuk jelma kesatria.
Banyak nian kita meratap-ratap nasib, kita iba-iba diri yang terseok-seok, padahal Tuhan tempa kita untuk sekeras karang sekeras baja.
Kita tanam susah duka dalam-dalam, padahal Tuhan bimbing kita untuk syukur.
Kemana lagi kita lari bersembunyi jika malam itu niscaya jika pagi itu niscaya?


Tuhan….
Syukurkan hati kami untuk setiap yang benderang.
Kuatkan hati kami untuk setiap yang gulita.
Ajarkan kami untuk percaya benar bahwa Engkau memandang kami dengan senyum, bangkitkan Jiwa kami yang ciut merangkak-rangkak ini.
Keluarkan kami dari sembunyi panjang ini.
Yakinkan kami akan setiap janji pagi yang mengintai dibalik pekat malam.
Cukupkan kami untuk memohon-mohon padaMu, ajarkan kami untuk berdiri tegak disetiap terjang topan badai.
Lalu lembutkan hati kami untuk selalu sujud menapak tanah serendah-rendah.
Telusupkan ketenangan ke dalam-dalam sumsum belulang kami ini, untuk berdiri dan mengamini doa kami tadi.

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter