Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

Showing posts with label articles. Show all posts
Showing posts with label articles. Show all posts

Detoksifikasi Batiniah

13:14:00

DETOKSIFIKASI 
 
Kadang-kadang, dalam satu hari, meski tidak kita kehendaki, diri kita banyak terpapar racun. Kalau racun itu berupa hal fisik, seperti logam berat, polusi, zat-zat alergen, dan semacamnya, tentu relatif mudah membuang segala racun itu. Berolahraga secukupnya, meminum air sesuai kebutuhan, bernafas dalam secara teratur, makan buah dan sayur, makan makanan dengan gizi seimbang secara pelahan, dan istirahat atau tidur yang cukup.
Hanya saja, racun juga dapat berupa emosi yang tidak terkontrol. Entah berasal dari interaksi dengan orang lain atau situasi tertentu, tetapi juga mungkin bersumber dari interaksi antara bagian diri kita dengan bagian yang lain. Misalnya, peperangan antara nilai-nilai yang kita yakini dengan impuls dan hasrat. Atau antara pikiran dan perasaan. Bisa juga antara citra diri dengan diri aktual kita. Dan sering pula racun ini berasal dari kemunafikan diri sendiri; pelanggaran komitmen dan kepercayaan. Mengkhianati atau membohongi diri sendiri juga bisa menyemburkan banyak racun ke dalam jiwa dan tubuh kita.
Ketika Anda stress, tubuh melepas beberapa jenis hormon, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinephrine. Hormon stres yang berlebihan menyebabkan beragam penyakit, seperti naiknya trigliserida dan kadar gula di dalam darah, menimbulkan plak di pembuluh darah yang bisa mempengaruhi kondisi jantung, mempengaruhi kerja tiroid, dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tidak heran, baru dua hari kegemparan di media sosial tentang terorisme sudah membuat beberapa kawan merasa letih, lesu, bahkan ada yang sakit.
Karena itu, kita perlu mengeluarkan segala racun itu dari dalam tubuh dan terutama dari jiwa. Karena jika jiwa bersih dan bening, maka tubuh pun akan menjadi lebih sehat dan bugar. Bagaimana caranya?
Cara yang termudah, tercepat dan termurah adalah berdoa. Menyerahkan segala ketakutan, kekhawatiran, dan beban jiwani kepada Tuhan. Bahkan ketika Anda merasa tidak mampu, dengan berdoa maka Anda percaya bahwa Tuhan yang mampu, IA lebih besar daripada segala masalah Anda. Penyerahan diri kepada Tuhan terbukti sangat mempengaruhi kesehatan jiwa dan tubuh. Berdoa itu seperti masuk surga saat ini juga.
Cara cepat lain masuk "surga" yang dapat mendetoks racun adalah bersikap bersyukur. Bukan hanya bersyukur atas semua berkat yang selama ini sudah ada di dalam diri Anda, tetapi juga bersyukur atas kesempatan untuk mendapatkan hikmat dari pengalaman hidup Anda; termasuk pengalaman yang pada awalnya tampak buruk.
Jadi, piknik ke "surga" itu memang tidak harus pergi ke puncak gunung, berada di tepi sawah yang menghijau, atau berada di pinggir pantai. Tetapi jika dengan perjalanan wisata itu Anda mampu merasa lebih dekat dan berduaan dengan Tuhan, ya itu sangat okay saja.
Kalau pun Anda belum sempat berwisata ke tempat-tempat yang jauh, setiap hari Anda juga bisa piknik ke "surga" lewat doa tadi, atau merenung sendiri di rumah, atau membaca buku-buku bermutu, berkebun, memasak, menggambar, melukis, mendisain, menyusun puzzle, mengisi TTS dan sudoku, menjahit, membuat kerajinan tangan, keramik dan karya seni lain, juga bermain musik. Tentu saja, detoks jiwani (dan sekaligus jasmaniah) juga bisa berupa bercakap dari hati ke hati dengan sahabat, pasangan, atau bercengkerama dengan anak-anak. Berhubungan seks dengan istri/suami sendiri juga akan merileksasi jiwa dan raga Anda. Minum kopi, atau coklat atau es krim, apalagi bersama-sama dengan kawan-kawan, bukan hanya merupakan piknik emosional, tetapi juga sekaligus petualangan relationship yang memperkaya roh Anda. Buat beberapa orang, seperti saya, menulis seperti sekarang ini juga bentuk piknik rohani yang sangat menenangkan dan mendamaikan.
Jadi, tiap kali merasakan ada racun di dalam tubuh dan jiwa, jangan menunggu lama. Jangan menumpuknya terlebih dahulu, karena nanti jiwa dan raga Anda berubah menjadi tempat pembuangan akhir sampah. Segeralah dan sering-seringlah melakukan detoks, piknik atau wisata emosional dan rohani.
Selamat pagi. Selamat hari Jumat. Tuhan memberkati Anda sekeluarga dengan damai sejahteraNya.
Artikel Asli milik Dono Baswardono
  
#Blessings #Grateful #Hopeful #MentalHealth #SelfHealth #Stress #Destressing

Dua Orang Baik - Tp mengapa perkawinan tidak bahagia..???

12:51:00

"Dua orang baik tapi mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia?
Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik....., pagi hari ayah hanya bisa makan bubur.
Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi....., dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.
Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci. Setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikitpun.
Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi rumah orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.
Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, Ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, saya tidak pernah memahaminya.
Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istirahat anak-anak....., Ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran.
Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seorang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.
Hanya saja, di mata ibuku, Ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman. Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.
Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.
Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri, "Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?"
PENGORBANAN YANG DIANGGAP BENAR
Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan-lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.
Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.
Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.
Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia..... Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata, "Istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!" Dengan mimik tidak senang saya berkata, "Apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum dipel?"
Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.
YANG KAMU INGINKAN?
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya..... Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya.
Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, Ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, ibu jarang menemani ayah, ibu sibuk mengurus rumah, Ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.
Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku. Cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, "Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia."
KESADARAN MEMBUAT SAYA MEMBUAT KEPUTUSAN (PILIHAN) YANG SAMA
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku, "Apa yang kau butuhkan?"
"Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apalah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku!", ujar suamiku.
Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakaianmu.... dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.
"Semua itu tidak penting-lah!", ujar suamiku.
"Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku."
Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara yang diinginkan pasangan kita.
JALAN KEBAHAGIAAN
Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku. Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.
Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.
Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.
Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.
Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.
Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota. Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.
Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.
Bertanya pada pasangan kita, "Apa yang kau inginkan?", kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.
Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, MEREKA TERLALU BERSIKERAS MENGGUNAKAN CARA SENDIRI DALAM MENCINTAI PASANGANNYA, BUKAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN CARA YANG DIINGINKAN PASANGAN KITA.
Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun....., pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.
Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, SETIAP ORANG PANTAS DAN LAYAK MEMILIKI SEBUAH PERKAWINAN YANG BAHAGIA, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan oleh pasangan kita! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri.....
Perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.....
By: Reza Widyaprastha"

Rendah Diri, Rendah Hati atau Direndahkan?

15:53:00


“Jangan pernah merendahkan dirimu, sekalipun orang-orang merendahkanmu.” 

Sepenggal kata-kata yang pernah saya dengar dan tetap saya simpan sebagai bekal dalam melangkah menyusuri jalan kehidupan yang tidak menentu ini.
Jalan kehidupan yang kadang keras, kadang lembut, kadang lancar kadang tersendat, membutuhkan kesabaran sampai ketidaksabaran pun datang menerpa kita semua. Rendah diri tidak sama dengan rendah hati, juga tidak sama dengan direndahkan derajat atau harga diri ini.

Rendah diri membuat seseorang berasa minder dan tidak memiliki keyakinan pada dirinya sendiri, membuat segalanya berantakan karena tidak berani tampil kepermukaan. hasilnya orang yang minder tidak bisa maju ke depan, tetapi selalu berada di belakang orang yang terdekatnya. selalu bersembunyi di balik orang lain dan tidak bisa menampilkan jati dirinya. Orang seperti ini bukan berarti ia tidak memiliki kemampuan atau keahlian, justru banyak diantara orang yang rendah diri memiliki bakat yang terpendam, hanya saja tidak ada kesempatan untuk ditampilkan. Rendah hati, sangat penting dan membutuhkan sebuah kebijaksanaan untuk menjadi orang yang rendah hati, tiada sombong mudah disokong dan bersahabat dengan siapa saja, ramah dan bersikap terbuka kepada siapapun yang datang kepadanya.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Rendah hati tidak berarti rendah derajatnya. justru sebaliknya orang-orang yang mulia kebanyakan memiliki sifat rendah hati. semakin tinggi kedudukannya semakin besar jiwanya, dan tidak sombong.
Sebaliknya bila direndahkan dan diinjak-injak harga diri ini, sudah sebaiknya berpikir dengan positif. Bila memang kita memiliki harga diri, berapakah harganya? ternyata tidak ada ukuran apapun untuk menilai harga diri seseorang. Harga diri sesungguhnya hanya EGO saja. EGOSENTRIS seseorang yang merasa perlu dihargai, merasa perlu ditinggikan dan di hormati. sesunguhnya sampai dimana ke”EGO”an itu menjadi-jadi? biasa di kenal juga sebagai ke”AKU”an. Bila kita mampu menaklukan si ‘EGO’ atau si ‘AKU’ itulah baru dikatakan mereka yang berhati mulia yang nilainya luar biasa tidak ada sesuatu yang dapat menghargainya.

Siapa yang merendahkan maka ia akan direndahkan, hukum sebab akibat yang umum. Tetapi selama kita mampu bertahan dalam “kerendahan” itu sendiri dan dapat bangkit untuk melayani semua tanpa pamrih, maka Ia sudah belajar ilmu “TANAH”.

Tanah yang selalu diinjak-injak, selalu menampung dan menerima apa pun yang diberikan olehnya, diludahi, disiram apapun, dilindas apapun, dibebani sampai dipancang oleh tiang pancang sekalipun, Ia tetap menerima dan selalu memberikan yang terindah bagi semuanya.


Seseorang yang cakap namun rendah hati seperti perhiasan yang nilainya sama dengan sebuah kerajaan
~ William Penn ~

Pohon yang tumbur subur, rumput yang menghijau, buah-buah yang ranum dan bunga-bunga yang mekar setiap harinya karena TANAH yang memberikan semuanya tetap tumbuh subur. Bumi tidak marah tetapi memberikan yang terindah untuk semuanya. Tetapi tetap harus hati-hati suatu saat bisa juga terjadi ‘gempa bumi’ atau ‘tanah longsor’.
Semua orang dilahirkan dengan derajat yang berbeda, itu bukan kehendaknya, karena mengikuti orang tua yang melahirkannya.
Tetapi derajat bukan ukuran sesoerang mampu atau tidak mampu untuk menjadi sukses dan berhasil. Derajat juga bukan berarti menjadi penghalang seseorang untuk berubah dan mengubah keadaan dan kondisi hidupnya. Karena tidak ada ukuran yang tepat juga untuk menilai seseorang karena derajatnya. Mereka yang meningkatkan pengetahuan, kerja keras, kesabaran dan kebijaksanaan dirinya sudah tentu akan mengangkat derajat dirinya, derajat keluarganya dan orang tuanya. Seseorang yang berhasil dan bermanfaat bagi banyak orang dan bagi negaranya sudah pasti akan dikenang banyak orang. tentu saja banyak pengorbanan dan perjuangan yang dilakukannya.

♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Marilah kita meningkatkan kualitas diri untuk menjaga kejernihan hati agar memiliki kerendahan hati dan tidak menjadi orang yang rendah diri, meningkatkan jati diri dan eksistensi diri agar memiliki kualitas hati sehingga tidak mungkin ada yang merendahkan, malah mungkin dapat meningkatkan derajat hidup orang banyak.

sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/rendah-diri-rendah-hati-atau-direndahkan/10150098264021042

Bagi Yang Mencari Kesempurnaan & Kebahagiaan

20:43:00

Mencari Kesempurnaan [Kisah]

Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.

"Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?" tanya yang seorang
kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.

"Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna.
Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang. Dulu sih di Bandung
aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian
aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun
ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya,
dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ"
"Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan
dermawan. Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah
wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak
tingkah dan tidak bertanggung jawab
"Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan
kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu
hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia
demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir
inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku" jelasnya panjang dan lebar.

"Lantas?" sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, "Apa yang
terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,
"Baru belakangan aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna


Kebahagiaan

          Kebahagian manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia
dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus...
Kebahagian manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan  berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.

Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya
memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik untuknya...
Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Justru sahabat sejati menjadi semakin jauh.. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya..

Tiap tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda..  
Tidak ada yang memiliki arti yang sama persis punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain..
Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri
jangan beraharap dari diri manusia lain, karena orang lain dapat mengkhianati. Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima manusia lain..
Percaya kepada Tuhan. Bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusiaNya butuhkan, tidak harus saat ini, masih ada esok hari.

Memelihara Persahabatan

20:16:00

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. 
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka-duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan [menyimpan rahasia yang fatal]
3. Hilangnya kepercayaan satu sama lain
4. Perubahan perasaan [jika persahabatan antar lawan jenis]
5. Ketidaksetiaan dan atau pengkhianatan

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita**

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan.
~ Siapa yang berada di samping anda??
~ Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??
~ Siapa yang menjadi tameng untuk urusan rahasia Anda, diwaktu ada masalah dengan keluarga anda??
~ Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan ??
Merekalah sahabat2 anda.
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.

Cobalah berpikir seperti ini :


Sahabat adalah Hadiah
[Friends is a gift]

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan. Semuanya sangatlah bervariatif.


Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.
Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika
berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam,
saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama.
Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.

Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar
dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada
dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena
justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan
keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti
disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau
berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka
luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka
berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"

Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"

Mereka semua itu tetap lah hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan, orang bilang Dont judge the book by its cover. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

******************
****

Begadang = Kehancuran Organ Tubuh

18:09:00

  Nda sengaja nemu artikel ini di blog sahabat blogger, aq terhenyak, bagaimana tidak, jika dalam hampir 3 bulan terakhir ritme yang dia dan aq jalani seperti ini, mengahancurkan.. jika hanya aq mungkin nda mengapa, tapi jika menimpa dia maka q nda akan pernah iza memaafkan diri q sendiri, aq menyayanginya dan nda ingin melihat dia sakit.. membuat q terdiam dan berfikir.. qt memang harus segera bersama..

[love u papa z]

Jangan Suka Begadang atau Organ Tubuh Kita akan Hancur




Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (GOT,GPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index).



Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.



Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.



Penyebab utama kerusakan hati adalah:



1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Tidak buang air di pagi hari

3. Pola makan yang tidak beraturan









4. Tidak makan pagi

5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan

6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan

7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit

8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan



Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.



Sebab:

Malam hari pk 21.00 – 23.00:



Adalah pembuangan zat-zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.



Malam hari pk 23.00 - dini hari pk 01.00:



Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas



Dini hari pk 01.00 – 03.00:



Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur



Dini hari pk 03.00 – 05.00:



De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran



Pagi pk 05.00 – 07.00:



De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.



Pagi pk 07.00 – 09.00:



Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.



Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.



Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.



Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.


sumber : 
http://wisbenbae.blogspot.com/2010/10/jangan-suka-begadang-atau-organ-tubuh.html

Jangan Pernah Lepaskan Cinta

16:07:00

Jangan Lepaskan Cinta  
Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang
wanita. Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah
saya dapatkan dalam kehidupan. Saya dilahirkan dari sebuah
keluarga pekerja keras. Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil.
Sejak kecil, saya lebih dekat dengan Papa, hal itu membuat saya
menjadi seperti seorang laki-laki.Bukan dalam penampilan, tapi dari
cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan
saya pun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja keras
dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan
dalam hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala
dan suka berganti pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya
mempunyai jiwa petualang layaknya seorang laki-laki mungkin karena
dekat dengan Papa saya.

Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian
menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal
saya. Saya melihat banyak kekurangan dari nya karena dia tidak
seperti layaknya laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal.
Tapi ada hal yang menarik dari nya dan saya pun tidak tahu itu apa,
yang membuat saya senang bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun
berpacaran.

Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.
Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain.
Mungkin calon suami saya tersebut malu karena dia tidak
memiliki banyak hal seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan
sombong seakan-akan dialah orang yang paling pintar diantara kami
berdua. Kami pun seperti kucing dengan tikus, selalu bertengkar
sehingga kami pun berpisah, walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang
terjadi kemudian adalah kami menjadi putus dan sambung berulang kali.
Saya pun lelah dan menjadi sangat membenci dia lalu memutuskan untuk
meninggalkannya. Lagipula keluarga Saya tidak menyukainya karena
dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami miliki.

Saya pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya
mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya
tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami
saya tsb. Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang
berlalu dalam kehidupan saya.

Waktu berjalan dan secara kebetulan saya pun bertemu dengannya lagi di
suatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama.
Saya pun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat
rasa benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.

Kami pun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya
melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita
tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan
kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kami pun
bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah
padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya
melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat
lagi keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya,
yang saya rasakan kelembutan hati seorang pria.

Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan
tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya
menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini saya
rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya
memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa
dia sudah merasa tidak mampu membuktikan betapa dia
sangat mencintai saya.

Ketika saya kembali ke hotel, saya pun menangis dan menyesali semua
kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena
saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika
dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci
dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau berubah
seperti apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat dia
sebagai seorang yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang
dimiliknya dan saya tidak menyadari bahwa dia telah berubah
seperti kemauan saya dengan semua kemampuan dia.

Saya pun jadi membenci diri saya karena tidak mampu melihat
begitu banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya.
Saya tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya
dalam hidup saya.

Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak
mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah membuat hidup saya
seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu sangat tinggi
sehingga menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai tidak bisa di
dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman tetapi penuh
keriangan.Calon suami saya bukan seperti pria lainnya.Dia mengajar
saya melihat dengan cara yang berbeda.Kejujuran dia kadang menyakitkan
hati saya, tapi itulah yang membuat saya mencintai dia, karena
dia mau mencintai saya dengan cara yang berbeda dengan pria lain.

Dia ingin agar saya menjadi lebih baik. Dan saya pun melihat bahwa dia
sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang tahu apa yang diinginkan
dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya. Saya memutuskan
mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia.

Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia
dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena
saya telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini dan ketika saya
memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta masih berpihak
pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya lakukan dalam
hidup saya.

Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama
dari keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya
tidak mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya
mendapatkan satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat
diberikan oleh kehidupan yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun.
Saya mempunyai keluarga dan anak-anak yang membuat saya bisa ketawa
dan bisa menangis, bisa membuat saya senang dan marah, tapi itulah
kehidupan. Dan seperti itulah kehidupan semestinya di jalani.

Saat ini sebagai wanita, saya pun menyadari bahwa saya memang diambil
dari tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk
paling sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling
tegar tapi juga paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian
besar perancang busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll
adalah pria. Mereka, kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di
depan orang banyak bahkan mungkin di depan wanita yang dicintainya tapi
hatinya tetap sensitif melebihi wanita. Saya selalu mengutamakan
kepentingan suami dan anak-anak saya.
Saya mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi.

Ketika saya mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya
memperoleh lebih dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan
seorang suami yang selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami
yang mau mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring
bersama dan memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya
di kala gundah.

Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil
masalah pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan,sampai masalah
besar seperti suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya
daripada ke rumah orang tua yang membuat saya membenci dia lalu kami
diam bermusuhan selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar
karena suami saya melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau
menyadari bahwa apa yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan
saya. Tapi itulah cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan
diri saya apa adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu
tidak ada artinya dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami
saya berikan.

Saya dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa
anak-anak kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari.Ketika
saya berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan
selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan
membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung
berangkat ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik
kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang terjadi kami
tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi
kami mengikatkan diri dalam cinta kami.Saya dapat bertengkar
dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin cinta kami lebih besar
dari keegoisan kami masing-masing.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal
yang sederhana. Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan
berhasil meraih karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri
dengan alasan apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup
berpasangan. Karena setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling
berbagi. Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh
melebihi mengurus perusahaan-perusahaan, karena tidak ada struktur
organisasi, SOP, manajemen tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda
yang tidak mau menurut perintah anda, tetapi anda tidak bisa memecat
dia atau pun ketika anda sedang capek dan tiba-tiba suami anda bertanya
dimana kaos dalam di taruh dan anda tidak bisa menggantung di pintu anda
tulisan "Jangan Diganggu, Lagi Sibuk" karena anda satu kamar dengan
dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget hanya karena tembok
anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa mengeluarkan Surat
Peringatan. Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan menikmati kehidupan
keluarga anda dan mampu belajar dari kehidupan berkeluarga, maka percayalah
anda akan menjadi wanita yang berhasil.

Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia ini yang hidup
sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga yang baik,
karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda
akan menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria.
Bahkan saya berbagi cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan
semua hal yang terbaik dalam dirinya. Saya tetap seorang isteri
yang menyiapkan pakaian suami saya, menyiapkan makan di rumah saya dan
segala sesuatu dalam rumah tangga saya. Dan jika saya harus memilih,
maka saya memilih keluarga saya dibanding dengan karir saya yang
terkenal.

Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan
hidup anda, berjuang lah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.
Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau
orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda
akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih
indah.Jangan terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu
menghitung semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada
pasangan anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup
menghitung kebaikan,tawa dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda,
dan itulah cinta.

Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah
tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak
dan menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan
merasa bahagia tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau
tetap teguh dengan cinta anda.

Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah
menyia-nyiakan cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita
baru menyadari sesuatu itu begitu berharga ketika kita kehilangan.

Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar
Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika
bahkan di dunia. Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai
seorang isteri dan ibu yang bahagia karena untuk itulah Allah
menciptakan saya di dunia ini.

--Wanita Biasa--
[anonymous]

Pengabdian Hidup Berpasangan

16:00:00

 
Pengabdian Total
Bukan hanya sebagian, tetapi semuanya. Bukan untuk waktu yang pendek, melainkan selama hidup itu masih diberikan Tuhan

Pengabdian untuk mengasihi
Setelah berbagai macam peristiwa yang terjadi, seringkali perasaan dan emosi untuk mengasihi menjadi lenyap. Saat itulah keduanya seharusnya tetap mengasihi, bukan lagi dengan emosi atau perasaan, melainkan dengan kehendak dan komitmen, sampai emosi dan perasaan itu muncul kembali. Begitulah keduanya belajar untuk setia mengasihi

Pengabdian untuk bebas dari masa lalu
Banyak kehidupan berpasangan hancur oleh karena kenangan pahit masa lalu yang tersimpan menjadi sakit hati. Berbuat kesalahan, beda pendapat, salah paham, dan perselisihan adalah bagian dari kehidupan berpasangan. Setiap kali hal itu terjadi, keduanya harus dapat menyelesaikan dan kemudian tidak mengingatnya lagi.

Pengabdian untuk berubah
Ingin menang sendiri adalah bentuk kesombongan dan awal dari kehancuran. Diri kita belum sempura begitu pula pandangan kita. Jika keduanya melakukan kesalahan dan kemudian menyadarinya, maka kerelaan untuk berubah adalah bentuk nyata kasih.

Pengabdian untuk menyelesaikan konflik
Konflik yang tidak diselesaikan atau tidak tuntas membuat banyak masalah dikemudian hari. Di dalam kehidupan berpasangan sesekali terjadi konflik, disinilah keduanya harus belajar untuk menyelesaikan konflik yang ada secara tuntas dan ini membutuhkan itikad baik dari keduanya.

Pengabdian untuk menguasai kemarahan
Janganlah keduanya hancur oleh karena kemarahan, apapun yang terjadi, keduanya harus menguasai dan mengendalikan kemarahan. Alkitab memberi batasan sampai matahari terbenam

Pengabdian untuk mengampuni dan berdoa bersama
Pengampunan adalah prinsip hidup orang percaya, makin banyak waktu yang diberikan untuk bergaul dengan seseorang makin besarlah kemungkinan terjadi perselisihan. Demikian juga dalam berpasangan saling mengampuni dan berdoa bersama adalah kunci hidup berpasangan yang langgeng.

Pengabdian untuk bersekutu
Akan berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum bersehati?
Bersekutu bersama adalah kunci dari kesehatian dan juga merupakan tindakan nyata untuk melibatkan Tuhan di dalam kehidupan berpasangan sehari-hari. Bersekutu bersama juga memberikan contoh nyata kehidupan kristiani bagi orang lain.

Pengabdian untuk mengerti
Mengerti orang lain adalah perkara sulit, namun lebih sulit untuk mengerti diri sendiri masuk dalam kehidupan berpasangan akan membuat kesadaran bahwa ada banyak hal yang belum dimengerti dari diri sendiri. Kehidupan berpasangan juga adalah kehidupan saling membantu mengerti diri.

Pengabdian untuk berkomunikasi
Setiap permasalahan yang terjadi adalah bersama dan harus dihadapi bersama. Tidak dapat dikatakan bahwa itu adalah persoalan paanganku atau bukan persoalan pasanganku. Itu sebabnya komunikasi yang baik adalah kunci keharmonisan dalam kehidupan berpasangan.

Pengabdian untuk mengambil keputusan bijaksana
Banyak kali suatu keputusan yang diambil dalam keadaan emosi justru berakibat menghancurkan, oleh sebab itu dalam menghadapi berbagai macam persoalan harus mengambil keputusan bijaksana dengan hati yang dingin dan dengan bantuan pasangan.

Pengabdian untuk mengevaluasi
Pengharapan-pengharapan dalam hidup berpasangan seringkali kenyataan yang ada tidak sesuai dengan pengharapan. Tanpa menyesali segala sesuatu yang telah terjadi dibutuhkan kedewasaan sikap untuk dapat mengevaluasi pengharapan-pengharapan yang pernah dibuat dan diperbaiki bersama.

Pengabdian untuk mengembangkan sasaran
Sejalan dengan hidup berpasangan, menghadapi perubahan dari segala sesuatu yang ada di sekitar, oleh sebab itu keduanya perlu untuk mengembangkan sasaran hidup bersama seturut firman Tuhan

Pengabdian untuk saling melayani
Melalui kehidupan berpasangan, keduanya belajar untuk hidup bagi orang lain, bukan lagi hanya bagi diri sendiri dan ini bukanlah hal yang mudah, oleh sebab itu perlu untuk membuat suatu pengabdian saling melayani. Kasih akan menolong untuk mengerti kebutuhan orang yang dicntai

Pengabdian untuk membina hubungan baik dengan keluarga pasangan
Membina hubungan baik tidak hanya perlu dengan pasangan saja, namun juga dengan keluarga pasangan dan dengan berbuat begitu merupakan pernyataan kasih serta pengucapan syukur kepada Tuhan.

Di atas semua hal di atas adalah Pengabdian bersama untuk melayani TUHAN Inilah tujuan utama Tuhan di dalam hidup berpasangan ialah agar dapat bersama-sama melayani Tuhan, saling tilong menolong dan bekerja sama menyelesaikan panggilan dan tanggung jawab yang sudah Allah berikan.

http://www.gsn-soeki.com/wouw/readarticle.php?article_id=522

Mengapa Wanita Selalu Penuh Drama

03:10:00



Judul di atas bisa jadi pertanyaan nomor satu bagi semua pria di dunia, terutama mereka yang sudah menjalani hubungan romansa. Tanyakan pada kaum wanita, mereka akan menjawab, “Drama? Drama?! Tolong deh.. Kenapa sih elo selalu ngejudge orang? Dari kecil gue udah capek diperlakuin begitu sama orangtua, temen-temen sekolah, kuliah, trus kantoran. Laki-laki ngepet, brengsek, asal ngomong aja apa yang ada di pikirannya. Orang kayak elo tuh yang bikin kaum perempuan ditindas cuma bisa jadi babu doang, ngga boleh nunjukin emansipasinya. Ih jijik gue, sumpah keterlaluan banget. Denger baik-baik nih ya, gue paling anti ama drama!!!” Hmmm… :D

Drama bisa dimunculkan dalam bentuk berpura-pura tenang tapi sikap menunjukkan sebaliknya, membesar-besarkan masalah, mengungkit kesalahan-kesalahan yang sudah lewat, menyambung-nyambungkan situasi atau fakta, dan yang paling rumit adalah mengalah dengan sengaja agar pihak lain merasa bersalah (atau biasa dikenal dengan istilah Blame Game, dibahas secara lengkap dalam entri lain).

Jika mau super lengkap, ada banyak sekali penjelasan mengapa wanita memiliki hobi bermain hal-hal tersebut. Namun karena saya punya batas 90 detik, berikut adalah beberapa yang paling signifikan:

1. Drama membuat mereka merasa penting. Coba ingat baik-baik sejarah setiap dramatisasi konflik yang terjadi dalam romansa Anda. Biasanya bisa ditelusuri pada perilaku Anda yang seolah-olah tidak lagi membuatnya merasa menjadi bagian penting -kalau bukan yang terpenting- dalam hidup Anda. Yang dia ungkit mungkin perilaku seperti telat jemput, jarang kasih kabar, tidak bisa ambil hati orangtuanya, atau mendadak beritahu ada undangan resepsi (klasik, ahahaha!).. namun perilaku itu sendiri tidak sebegitu penting dibandingkan pesan yang dia tangkap di dalam hati, “Dia melakukan X, Y, Z itu pasti karena aku sudah tidak penting lagi.”

2. Drama membuatnya terlalu sibuk mengamati hidup orang lain agar tidak punya waktu mengamati kesalahan dan kelemahan diri sendiri. Dalam pelatihan, saya selalu menegaskan pembelajaran ini berulang-ulang, “A woman’s problem is her insecurity, while a man’s is his immaturity.” Jadi untuk dapat menciptakan ilusi seolah-olah aman (secure) dan tidak bermasalah, ia menuding-nuding perilaku ketidakdewasaan sang pasangan dan membicarakan panjang lebar dengan teman-temannya. Kekuatan misdireksi. Siapa bilang wanita tidak bisa jadi pesulap? :D

3. Drama merupakan mekanisme pertahanan ketika sudah terpojok. Ini mungkin stereotip dangkal, namun semakin lama berada dalam sebuah hubungan romansa, kemampuan problem-solving seorang wanita semakin menurun dibandingkan sebelum era hubungan tersebut. Istilah pendeknya, manja. Jadi ketika ia merasa terpojok kebingungan menghadapi sesuatu, daripada duduk diam merasa bodoh karena tidak bisa memikirkan solusi, ia mengalihkan energinya dalam sebuah pelampiasan drama emosional yang meledak-ledak, dengan harapan orang lain bersedia memperbaiki keadaan untuknya.

4. Terakhir, drama merupakan kesempatan baginya untuk menguji sang pasangan. Saya tidak akan membahas panjang tentang poin ini kecuali mengutip lagi satu baris favorit saya dalam workshop, “If they’re giving you hell, you should be proud cos they’re doing their job well!” Ketika Anda bisa merespon dengan menunjukkan kualitas sebagai pria yang stabil dan kuat, barulah mereka merasa memiliki area nyaman untuk bersandar dan mempercayakan seluruh hidup pada Anda.

Ribuan tahun yang lalu, dikenal seorang wanita yang memulai kebiasaan drama ini. Ketika sadar baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, dia buru-buru memanggil sang kekasih, membujuk dan melibatkannya dalam kekacauan tersebut. Drama tersebut berhasil. Wanita itu bernama Hawa.

Do yourself a favor: Jika Anda adalah pria, jangan bahas tentang tulisan hari ini kepada pasangan Anda. Hayati saja dalam hati dan telan pil pahit ini diam-diam; rasanya tidak enak, tapi setidaknya Anda kini mengerti mengapa dia melakukan apa yang selama ini dia lakukan.

Sementara jika Anda adalah wanita, ceritakan pada pasangan Anda bagaimana Anda belajar sesuatu dari tulisan ini. Jangan lupa siapkan air hangat dan tisu karena dia akan tersedak-sedak dan meneteskan air mata dengan penuh haru. :D

Salam revolusi cinta,

Lex dePraxis
http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/08/23/mengapa-wanita-selalu-penuh-drama/

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter