Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Belajar memberikan yang terbaik untuk cinta,
meski perih sakit dan menghabiskan sisa asa,
Belajar untuk membuka hati seluas langit
seindah malam dan setulus bintang,
sangat bodoh menjadi orang yang sombong
yang hanya berada dalam pembenaran tanpa logika,
maka aq disini untuk cinta,
mencoba untuk tidak sombong dan tetap miliki cinta

lately july

02:06:00

sekedar info aja nih, senin tgl 27 juli kmrn bobot q masih 66 lah kok rabu tgl 29 iza jd 63 makan tetep es krim tetep, qt liat yah, bth brp hari u kembali ke bobot semula... hehehehe...

resume on my july
banyak yg terjadi di bulan juli, tp rasanya dah terlambat jika mesti menceritakannya lagi dr awal... yah, its all memorized di wall pezbuk aq... dari mulai kena tilang, stnk dan plat nomer nda sama, acara arisan keluarga yang sungguh ribet dan melelahkan krn harus menjawab puluhan pertanyaan sama "duh, kapan nih acara nikahannya???" beuh nikah nikah... laki aja masih complicated... rumah ibu yg selama ini dikontrakkan telah habis masa kontraknya dan nda diperpanjang lg sm yg ngontrak, krn udah rusak parah [PAM nya bahkan udah dcabut], ibu bilang mau dijual aja, padahal i had another plan for that place... GOD help me... i need some miracle... another complicated love life... fight, laugh, smile, struggle and anything between... july oh july... now its the end of my 2009 july... hope everyting is better on my august then...

Teardrops Keep Fallin’ on My Head: The Reasons We Cry

01:48:00

Crying is an emotional reaction that’s completely unique to humans. Our capacity for complex thoughts and feelings means that we can cry whether we’re overwhelmed with any emotion—happiness, despair, or fear—but not everyone cries the same way or for the same reasons. Some people break into tears at the drop of a hat; others remain stony-faced even when confronted with great tragedy or pain. Understanding the impulse to cry isn’t always easy, but understanding the psychological and evolutionary reasons we do it is even more complicated.
blissfully divine Teardrops Keep Fallin’ on My Head: The Reasons We Cry
Sad or Hurt, Same Response
All tears are comprised mainly of water, oil, and mucous and are produced in the lachrymal glands near the eyes. Made of the same stuff, we actually have three different kinds of tears: basal, which protect and moisten our eyes; reflex, which flush irritants and foreign objects from our eyes; and emotional tears, which are produced in response to strong emotions or pain. The body automatically produces basal and reflex tears, but emotional tears are only ones produced by the process we think of as crying. Emotional tears have been shown to contain higher levels of certain hormones like prolactin, which is associated with breastfeeding and milk production, and manganese, which helps regulate our moods.

Emotion and pain are both processed in the limbic system, the area of the brain that also processes memories, our senses, and behavior. Humans can cry whether we’re in emotional pain or physical pain, and regardless of the stimulus, the tears are the same. Because of this lack of differentiation, some researchers believe that the body can’t really distinguish between emotional and physical pain at all. Even though the mind knows the difference between a broken heart and a stubbed toe, the body generates the same response to both.

Crying—The Body’s Pressure Valve
Although the mechanisms of crying are not yet fully understood, the presence of hormones seems to indicate that shedding emotional tears is a way for our bodies to restore equilibrium. When we experience any kind of heightened emotion—grief, jubilation, anger, or pain—hormones surge through our bodies. Once they’ve built up, the body needs a way to release them and crying may be one way it equalizes itself.
Confirming the conventional wisdom, a study at the University of Florida found that most test subjects reported that their mood improved after a bout of crying. Despite high levels of anxiety and increased heart rates in response to stress, many of the criers eventually report feeling calmer and more relaxed than the non-criers, and those that showed the most benefit were those who received some kind of social support while they were crying.

Some research shows that people who cry in response to stress, pain, or emotion are generally healthier than those who don’t. It’s widely known that keeping emotions pent up contributes to stress levels, which in turn can cause headaches, heart disease, depression, hair loss, and a host of other physical maladies. Crying in order to alleviate stress may be one of the body’s ways of protecting itself.

body calculate and bio rhythmic

18:08:00

my Body Calculator :

BMI [Body Mass Index] 24 and they says NORMAL [alhamdulillah]
BMR [Basal Metabolic Rate] 1408
BFP [Body Fat Precentage] 24,4% and they called OBESE [wuik gawat...]
WHR [Waist to Hips Ratio] 0,83 best for woman is 0,7 [belebih dikit aja ndapapa kan...

my Biorhythmic at july 2nd of 2009 :

Emotional [mood, sensitivity, creativity] -100%
Physical [strength, toughness, coordination, well-being] 14%
Intellectual [analytical thinking, logic, learning ability, memory, logic] -87%

kondisi puncak pada :
range antara 12 juli 2009 sampe 22 juli 2009

kodisi terendah pada :
range antara 28 juni 2009 sampe 8 juli 2009

did i choose dis way?

13:52:00

aq pernah [dan bahkan berkali2] bilang
bahwa nda akan ada seburuk2 nya keadaan lagi setelah peristiwa2 yg terjadi kmrn...
tapi nyatanya secara nda sadar aq mulai kembali pada kehidupan itu...
kehidupan yg dulu susah payah aq tinggalkan dan aq hindari...
disaat aq semakin terkukung dalam pekat nya hati...
aq nda bisa dan nda boleh kembali seperti itu...


i had to do at least one things right...


my bad lifestyle, my bad thought, i had to leave it before its getting too much...


hufff, aq br menyadari nya pagi ini,
saat aq bangun dengan kepala sangat sakit dan tubuh begitu lemah,
sakit yg aq bikin sendiri, kumpulan rasa yang aq timbun sendiri...


kenapa terjadi bahkan saat aq mencintai seseorang???
bukankah seharusnya saat mencintai qt bisa menjadi yang terbaik???
jika cinta ini tidak cukup baik bagi aq, dan jika hanya membuat aq kembali memasuki kubangan itu...
apakah aq harus tetap acuh???
kenapa tidak lagi q temui cinta seperti pipi yang mampu memberikan kekuatan dan segala kebaikan???


tu kan,,, lagi lagi pertanyaan itu hadir,,,
bukan tidak ada jawaban sih,
tp andai ada jawaban pun seringkali otak q melawan dan tidak mau menerimanya...
dasar dudulz... otak sm hati kok nda pernah akur...
hufff.....


start to make up ur mind freena !!! i know u can do...
hufff..... [still, hufff...]

mengapa...

00:42:00

udah lama banget sejak terakhir aq menulis,
tapi bukan berarti aq berhenti menulis...
sebenarnya aq masih menulis,
hanya saja
sepertinya aq nda mungkin menuliskan yang terjadi belakangan dalam blog ini...
something is better be a secret...


exhausted, lagi2 rasa itu menguat dari dalam hati q...
im so exhausted...
i cant even stand on my own feet...
memunculkan ribuan tanya 'mengapa'
menyisakan kosong tanpa ada jawaban...


hanya menegaskan sebuah rasa yang entah mustahil atau tidak...
bahwa aq mencintai dia...
'i do'




seperti cinta yang ini...

08:54:00


Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…



aq bersyukur...

08:02:00

Aku bersyukur bahwa aku belum memiliki semua yang kuinginkan, itu memberiku alasan untuk mengejarnya.
Aku bersyukur tidak mengetahui segalanya, karena itu memberiku kesempatan untuk belajar.


Aku bersyukur engkau memberiku masa-masa sulit, karena di masa-masa itulah aku dapat tumbuh dan berkembang.
Aku bersyukur untuk keterbatasanku dan ketidaksempurnaanku karena itu memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri.
Aku bersyukur atas semua cobaan, dan tantangan karena aku yakin itu akan membangun kekuatandan karakterku.
Aku bersyukur atas rasa sedih, susah, duka dan nestapa karena merekalah aku bisa lebih tegar dan bijak.
Aku bersyukur atas segala kesalahan dan kegagalan karena mereka memberiku pelajaran yang berharga.
Aku bersyukur atas letih, lelah, dan capekku karena mereka kawan terbaik usahaku.
Ya Tuhanku, aku bersyukur engkau tidak menjadikan segalanya mudah bagiku, karena disanalah aku dapat menemukan makna hidupku dan lebih mendekatkan diri padamu. Amien!!!



tiap malam q

17:54:00


Aq memanggilmu ditiap malam q..
Berada disini, sendiri dan sepi berteman hanya dengan bayangmu..
berbicara hanya pada imaji yg q cipta sebagai pengganti mu..
mengulang tiap kata sayang, mohonkan tuk tetap ada..
berharap kau disana dengarkan jerit hati yang ini..
mengandai kau mampu rasakan segala rindu dan resah ini..

Aq pintakan mu pada-Nya di tiap malam q..
Namun kasih, kini kau ada disana bersama ia..
dan mungkin memang telah seharusnya bersama ia..
aq lah yg tidak seharusnya ada dan aq lah yg seharusnya mengerti..

Aq inginkan mu di tiap malam q..
Rasa sakit ini terpendam, perih..
tangis ini tertahan, lirih q keluhkan cinta pada kekosongan..
mengulang tiap layar memori yg hanya itu saja..
karena hanya ini yg tersisa..
milikimu, mungkin selamanya mimpi..

- 17 mei 2009 –



dejavu...

19:49:00

bukan realita dejavu seperti yg biasa q rasakan sih, tapi pengulangan kbodohan...
aq terjerembab lagi di lubang yg sama...
keledai kah aq?
mungkin memang benar...
rasa sakit yg sama, bahkan lebih lagi, resah yg sama, bahkan teramat perih..
aq nda berani banyak menulis kali ini...
hanya saja, kini rasanya sangat galau...
hanya ini yang mampu tertulis, karena aq sungguh nda ingin menjadi jahat...





semakin jauh..

14:18:00

berada disini sangat membingungkan, setelah pertahankan diri dari rasa sakit, ternyata masih aja sakit, dan dia sama sekali tidak peduli akan apa yg ada disini, dia bilang aq saja yang gila karena merasa paling sakit,,, bodoh,,, aq atau dia ya? belum lagi dia menagih dan menanyakan janji, ouh shit!!! apa dia sadar waktu menanyakan hal tersebut? "janji" apa tidak malu dia menanyakan itu? bagaimana mungkin seorang yang banyak sekali melanggar janji menagih janji yang hanya satu? hati ini lelah, mencari tempat bersanding, tp adakah yg dapat dipercaya? ada dia, yang menjadi asa terakhir... meski salah, meski berat, meski q masih saja tersesat... aq masih mempunyai harapan, tipis...

Followers

picture of a dreamer

picture of a dreamer
Freena Pipiholic

Lets Follow by

Follow pipiholic on Twitter